Viral

Pesugihan Gunung Kawi Ternyata Bisa Dijoki? Kuncen Bisa Dibayar 14 Kali

×

Pesugihan Gunung Kawi Ternyata Bisa Dijoki? Kuncen Bisa Dibayar 14 Kali

Sebarkan artikel ini
pesugihan gunung kawi
Pesulap Merah ceritakan pesugihan Gunung Kawi. (YouTube/Denny Sumargo)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pesugihan Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul pengakuan mengejutkan dalam podcast Denny Sumargo. Content creator Pesulap Merah mengungkap adanya cerita dari warganet yang mengaku ritual pesugihan di Gunung Kawi bisa “dijoki” oleh oknum kuncen.

Meski demikian, Pesulap Merah menegaskan cerita tersebut berasal dari komentar yang masuk ke kanal YouTube miliknya dan belum pasti kebenarannya.

Mulanya, Denny Sumargo menanyakan apakah di kawasan Gunung Kawi terdapat “pemain” atau pihak yang memanfaatkan praktik pesugihan.

BACA JUGA: Di Balik Viral Gunung Kawi, Kisah Ritual Pesugihan dan Peringatan agar Tak Tergiur Jalan Instan

Menanggapi hal itu, Pesulap Merah mengaku pernah menerima banyak cerita dari warganet terkait dugaan praktik tersebut.

“Banyak komentar soal Gunung Kawi ini di YouTube gua, katanya ‘bos gue ke sana tapi diduitin kuncennya’. Gatau bener apa enggaknya,” ujar Pesulap Merah dalam podcast Denny Sumargo.

Ritual Pesugihan Gunung Kawi

Menurut cerita yang diterimanya, seseorang mengaku diberi tahu bahwa ritual pesugihan Gunung Kawi harus dilakukan sebanyak 14 kali.

Namun, saat baru menjalani ritual pertama, oknum kuncen disebut menawarkan jasa untuk menggantikan atau menjadi “joki” ritual tersebut agar orang yang datang tidak perlu bolak-balik ke Gunung Kawi.

“Minimal pesugihan itu 14 kali. Doa pakai dupa sama bunga di makam-makam itu. Terus kuncennya bilang, ‘Daripada bolak-balik, mending bayar saya, saya jokiin’,” kata Pesulap Merah menirukan isi komentarnya.

Menurut cerita tersebut, orang itu akhirnya membayar biaya ritual kepada oknum kuncen sebanyak 14 kali.

Namun hasilnya justru tidak sesuai harapan. “Setelah ia bayar 14 kali, bukannya dapat jawaban, malah perusahaannya bangkrut,” lanjutnya.

Pesulap Merah kembali menegaskan bahwa kisah tersebut merupakan pengakuan dari salah satu warganet dan bukan pengalaman pribadinya.

Isu Pesugihan Gunung Kawi Ternilai Merugikan Wisata

Di sisi lain, Wahyu Handayani, anak juru kunci Pesarean Gunung Kawi, menilai ramainya isu pesugihan Gunung Kawi justru berdampak buruk terhadap citra kawasan wisata religi tersebut.

Menurutnya, banyak orang kini ragu berkunjung karena takut kena cap melakukan pesugihan.

“Nah sekarang pengunjung itu kendalanya mereka mau ke Gunung Kawi takut nanti jadi bahan omongan sama orang waktu pulang. Enggak fair,” kata Wahyu.

Ia juga mengungkapkan pengelola kawasan kerap menerima laporan dari masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan ritual di Gunung Kawi.

“Pernah banyak yang melaporkan ke kita kalau mereka merasa tertipu. Makanya kita selalu bilang di media sosial supaya hati-hati kalau ada yang menjanjikan bisa menemani atau mengikutkan ritual. Takutnya itu oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

BACA JUGA: Di Balik Viral Gunung Kawi, Kisah Ritual Pesugihan dan Peringatan agar Tak Tergiur Jalan Instan

Karena itu, Wahyu mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan jasa ritual maupun menjanjikan kekayaan melalui pesugihan Gunung Kawi.

Ia meminta pengunjung hanya berkoordinasi dengan pengelola resmi apabila membutuhkan informasi selama berada di kawasan Pesarean Gunung Kawi. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp