“Kalau saluran sudah dibenahi dengan baik, harapannya hujan deras sekalipun tidak lagi menimbulkan genangan seperti kemarin,” tambahnya.
Pilus juga menyinggung upaya sebelumnya dalam mengecek kelancaran saluran, termasuk metode pengujian sederhana dengan bola GPS.
Namun menurutnya, cara tersebut belum cukup efektif untuk mendeteksi sumbatan secara menyeluruh.
“Mungkin perlu langkah lebih konkret, seperti pembongkaran di titik tertentu untuk memastikan kondisi saluran sebenarnya. Tapi tentu harus kita lakukan secara terukur,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan banjir di Kota Semarang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus selesai secara bertahap, terutama terkait sistem drainase perkotaan.
“Banjir ini bukan karena luapan sungai, tetapi karena air hujan yang tidak tertampung dengan baik. Artinya, sistem drainase harus benar-benar diperbaiki,” pungkasnya. (*)





