“Sehingga kita melaksanakan kegiatan tegas dan humanis kepada mereka dengan melakukan pendorongan, baik menggunakan water cannon dan juga menggunakan gas air mata. Dengan harapan massa yang berkonsentrasi atau massa anarkis ini dapat segera bubar,” terangnya.
Pihaknya pun mengimbau warga Kota Semarang untuk menghindari area Mapolda Jateng selama demo berlangsung.
“Oleh karena itu, kita mengimbau kepada masyarakat yang ada di sekitar Mapolda untuk memonitoring dan menghindari lokasi yang ada di sekitaran aksi unjuk rasa ini atau aksi anarkis ini,” jelasnya.
Ia meyakini demo ini disusupi oleh anarko.
“Karena sudah kita monitor dan kita sinyalir ini bukan demo untuk menyampaikan aspirasi, ini betul-betul adalah demo bersifat anarkis atau anarko yang sudah tampil di sini,” sambung Artanto.
Sebut ada polisi dan masyarakat sekitar dibawa ke rumah sakit
Hingga kini, Artanto belum memastikan jumlah korban terluka akibat aksi unjuk rasa. Kendati begitu, Artanto menyebut sudah ada anggota kepolisian dan masyarakat sekitar yang mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit.
“Kita sedang melakukan pendataan, monitoring, dan ada beberapa anggota yang juga mengalami luka sedang diobati, dan juga ada beberapa masyarakat sudah dibawa ke rumah sakit, dan kita sedang melakukan pendataan. Kita yakini bahwa sore ini yang demo di depan Mapolda adalah kelompok anarkis,” terangnya.
Meskipun aksi demonstrasi hingga pukul 18.45 WIB belum berakhir, Artanto memastikan acara doa bersama Paguyuban Driver Ojek Online (Ojol) tetap berjalan.
“Untuk nanti malam tentunya kita memfasilitasi rekan-rekan dari Paguyuban Ojol untuk doa bersama di halaman Mapolda, dengan harapan kita semua dapat mendoakan almarhum supaya diterima di sisi Allah. Kita harapkan semua keprihatinan ini membuat kita menjadi lebih baik lagi,” sambung dia.





