Pendidikan

Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Hadir di Kota Salatiga, Padukan Pendidikan Pesantren dan Formal

×

Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Hadir di Kota Salatiga, Padukan Pendidikan Pesantren dan Formal

Sebarkan artikel ini
Yanbu'ul Quran
Peresmian Pondok Tahfidz Yanbu'ul Quran Salatiga di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Kamis, 1 Mei 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Kolaborasi Yayasan Arwaniyyah Kudus dengan Yayasan Karantina Tahfidz Al-Quran Nasional (YKTN) Salatiga hadirkan Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran di Kota Salatiga.

Kehadiran lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pembelajaran dan penghafalan Al-Quran ini demi menyiapkan para santri yang memiliki daya saing nasional dan internasional.

Peresmian Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Salatiga ini berlangsung di lingkungan Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Kamis, 1 Mei 2025.

Peresmian juga dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Arwaniyyah Kudus, K.H. Mc. Ulinnuha Arwani dan Penasihat Yayasan Arwaniyyah Kudus, K.H. Ulil Albab Arwani.

Pembina Yayasan Tahfidz Quran Salatiga, Yuliyanto, mengungkapkan, pondok ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Arwaniyyah Kudus dengan YKTN Salatiga.

BACA JUGA: Pemprov Jateng Komitmen Bakal Berikan Tali Asih Bagi Penghafal Al-Qur’an 30 Juz

“Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Salatiga ini melayani jenjang pendidikan kepesantrenan SD putra-putri, SMP putri serta SMA putri,” jelasnya di sela acara peresmian.

Perpaduan ini, lanjutnya, bertujuan melahirkan para santri yang memiliki daya saing nasional dan internasional dengan memadukan pendidikan pesantren dengan pendidikan formal.

Di mana, untuk kepesantrenan mengacu kepada Yanbu’ul Quran Kudus, sedangkan untuk pendidikan formalnya mengacu kepada Dinas Pendidikan.

Sehingga, proyeksinya akan mampu melahirkan para santri yang memiliki karakter smart quranic global education. “Yakni santri yang berakhlak mulia namun tetap siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Sesuai standar Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Kudus

Dalam penyelenggaraannya, lanjut Yuliyanto, pengelola berkewajiban menjalankan program pesantren dan sekolah sesuai standar Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Kudus.

“Sedangkan untuk pembinaan maupun pengawasannya yakni oleh Yayasan Arwaniyyah Kudus,” tegas Yuliyanto kepada awak media.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Arwaniyyah Kudus, K.H. Mc. Ulinnuha Arwani, mengatakan tugas utama manusia di dunia adalah beribadah. Sebab, lanjutnya, dengan beribadah bisa memberi berkah dan manfaat untuk semua.

“Membaca Al-Quran itu juga termasuk ibadah, karena semua intisari kehidupan sudah termaktub di dalam Al-Quran. Sehingga harus kita pelajari, ada ilmu-ilmu yang bisa kita jadikan pegangan,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, dengan membaca Al-Quran bisa mendapat manfaat berupa ilmu sekaligus beribadah. “Harus ingat, dengan membaca Al-Quran, walaupun hanya satu huruf, sudah mendapat pahala,” jelasnya.

BACA JUGA: Kolaborasi dengan LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Bakal Segera Buka, Ini Syarat Daftarnya!

Dalam kesempatan ini, Buya Ulinnuha juga menyampaikan, membaca Al-Quran lebih baik daripada bermain handphone (HP) seharian.

Maka, ia menekankan agar HP pemanfaatannya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti fasilitas untuk membaca Al-Quran. “Kalau hanya untuk bermain-main tidak akan ada faedahnya,” tuturnya.

Pada bagian lain, Buya Ulinuha juga menegaskan, jika ingin anak-anak menjadi sholeh dan sholehah, maka mesti bersekolah dan beproses di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Salatiga.

“Apa pun cita-cita panjenengan semua, tetaplah menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan menjadi generasi Qur’ani yang berpegang teguh pada nilai dan ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp