Menyapa Nusantara

Program Kartu Prakerja, Upaya Pemerintah Perkecil “Mismatch” Angkatan Kerja

×

Program Kartu Prakerja, Upaya Pemerintah Perkecil “Mismatch” Angkatan Kerja

Sebarkan artikel ini
program kartu prakerja
Program Kartu Prakerja menjadi upaya pemerinah dalam memperkecil ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri. (ant)

IndOTaSk adalah studi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan data dalam pembuatan kebijakan pembangunan dan pemantauan keterampilan tenaga kerja.

Berdasarkan penelitian Bank Dunia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas), terdapat lima pekerjaan penting dari 51 profesi tersebut, yaitu pengembang perangkat lunak, desainer grafis, arsitek, manajer pemasaran, dan analis keuangan.

Untuk bersaing di dunia kerja, terutama dalam pekerjaan dengan permintaan tinggi di Indonesia, perlu keahlian dan keterampilan yang akan memberikan keunggulan saat melamar pekerjaan.

Salah satu cara untuk meningkatkan keahlian adalah melalui pelatihan dan pengetahuan tambahan yang dapat orang peroleh melalui Program Kartu Prakerja.

Salah satu alumnus Program Kartu Prakerja, Jeklin Marvi Pongotak, yang mengikuti gelombang 11, adalah contoh orang yang berhasil mengisi pekerjaan dengan permintaan tinggi di Indonesia. Ia menerima pesanan desain grafis untuk berbagai keperluan.

Setelah menjadi penerima manfaat Program Kartu Prakerja, ia mengambil dua jenis pelatihan, yaitu desain grafis dan pelatihan untuk meningkatkan nilai TOEFL.

Pengalaman Pengguna Kartu Prakerja

Melalui pelatihan yang tersedia oleh Program Kartu Prakerja, ia berhasil meningkatkan kapasitasnya dan meningkatkan nilai jualnya kepada pelanggan, karena Program Kartu Prakerja memberikan sertifikat yang mendukung kepercayaan klien terhadap kredibilitasnya.

“Tidak bisa disangkal orang juga menginginkan bukti bahwa benar tidak tuh kemampuannya. Jadi ketika saya sudah punya sertifikat ini, lebih mudah menunjukkan saya sudah menjalani pelatihan dan akhirnya jadi mudah. Mudah diterima,” ujar Jeklin di acara Program Kartu Prakerja di Bali.

Jeklin, seorang mahasiswa di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, sekarang aktif menerima pesanan desain grafis. Ia juga membuka jasa penerjemah dan guru les privat.

Ia bahkan mendapatkan pekerjaan dari beberapa kantor dinas di kampung halamannya di Melawi, Kalimantan Barat, meskipun sekarang ia tinggal di Pontianak.

Erlinda Rambu Enga, penerima manfaat Program Kartu Prakerja lainnya dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, mengaku bahwa Program Kartu Prakerja telah meningkatkan potensinya untuk bersaing di pasar kerja.