Setelah lolos sebagai peserta pada Gelombang 5, wanita berusia 28 tahun ini menyebutkan bahwa menjadi peserta Kartu Prakerja adalah berkah baginya.
Meskipun keluarganya memiliki ladang yang hasilnya bisa pihaknya jual untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia tetap bertekad untuk memiliki pendapatan sendiri.
“Dari Program Kartu Prakerja aku tahu yang namanya mencari uang sendiri. Kalau tidak ada program itu, mungkin aku hanya tidur-tidur. Karena mungkin menunggu dari usaha pertanian itu,” kata Erlinda saat acara Program Kartu Prakerja di Bali.
Erlinda memilih beberapa pelatihan yang tersedia oleh Kartu Prakerja, seperti penggunaan Microsoft Excel, pemasaran digital, dan wirausaha online.
Dengan sertifikat yang ia peroleh setelah pelatihan, ia melamar menjadi mitra BPS (Badan Pusat Statistik) yang bertugas melakukan survei lapangan.
Ini bukan kali pertama ia melamar menjadi mitra BPS. Namun kali ini Erlinda lolos sebagai petugas BPS pada tahun 2020 ketika ia menyertakan sertifikat pelatihan dari Kartu Prakerja.
Program Kartu Prakerja Perluas Kesempatan Kerja
Riset Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Southeast Asia (J-PAL SEA) menunjukkan bahwa penerima Kartu Prakerja memiliki 172 persen lebih banyak kemungkinan untuk menggunakan sertifikat pelatihan saat mencari pekerjaan.
Riset tersebut juga menunjukkan bahwa peserta Kartu Prakerja memiliki 18 persen lebih banyak peluang untuk mendapatkan pekerjaan baru. Selain itu, terdapat 30 persen lebih banyak peluang untuk meningkatkan bisnis mereka.
Selain itu, penelitian Rumah Riset Presisi Indonesia menyimpulkan bahwa Program Kartu Prakerja meningkatkan kompetensi sebesar 2,2 persen, produktivitas sebesar 2,7 persen, dan daya saing sebesar 3,8 persen.
Riset Presisi juga menyimpulkan bahwa Kartu Prakerja meningkatkan kemampuan wirausaha penerima manfaat sebesar 49 persen.
Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, menyampaikan bahwa hasil riset dari J-PAL SEA dan Presisi Indonesia membuktikan bahwa Kartu Prakerja efektif dalam meningkatkan kompetensi, produktivitas, daya saing, kewirausahaan, dan pendapatan para penerima Kartu Prakerja.





