Kesehatan

Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Jadi Dimulai 2025? Dokter Anak Beri Pesan Begini

×

Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Jadi Dimulai 2025? Dokter Anak Beri Pesan Begini

Sebarkan artikel ini
Makan Bergizi Gratis
Ketua IDAI Piprim Basarah (tengah) saat konferensi pers di Hotel Padma Semarang, Senin, 30 September 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis, akan berlangsung mulai Januari 2025 menatang.

Uji coba pemberian Makan Bergizi Gratis pun mulai kerap dilakukan di berbagai daerah. Menanggapi hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun memberikan sejumlah pesan penting bagi pemerintah.

Ketua IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan, pemerintah semestinya juga menyiapkan anggaran untuk mendukung ibu hamil dan bayi baru lahir.

Pasalnya, fase penting pertumbuhan dan perkembangan anak bukanlah pada masa usia sekolah, melainkan 1.000 hari pertama kehidupan manusia.

BACA JUGA: Video Jurus Pj Bupati Brebes Turunkan Stunting, Ajak Makan Gratis

“Maksudnya, [pemberian nutrisi] sejak pembuahan sampai usia 2 tahun. Anak-anak kelompok usia ini jangan sampai dilupakan oleh pemerintah karena ini adalah periode keemasan dalam tumbuh kembang anak,” kata Piprim saat media briefing IDAI, Selasa, 29 Oktober 2024.

Piprim menilai, program Makan Bergizi Gratis sebenarnya lebih tepat untuk perbaikan gizi anak sekolah, bukan penanganan stunting.

Sebab, penanganan stunting seharusnya sudah dilakukan pada anak yang masih di dalam kandungan. Sehingga, 1.000 hari pertama itulah yang semestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Perkembangan otak anak di masa keemasannya itu berada di 1.000 hari pertama. Ketika ada gangguan itu dampaknya akan terbawa sampai dewasa,” sambung dia.

Siapakah target program Makan Bergizi Gratis?

Dalam kesempatan yang sama, dr. Cut Nurul Hafifah menjelaskan, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode rentan. Alasannya, pada masa itu, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat cepat.

Maka, tak heran jika 1.000 hari pertama mendapat julukan sebagai golden period atau masa keemasan anak.

“Dua tahun pertama anak akan memengaruhi potensinya. Mulai dari potensi kecerdasan, tinggi badan, berat badan, semuanya. Dan itu akan berpengaruh hingga dewasa,” bebernya.

Ia pun turut menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang konon bertujuan untuk menangani stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

BACA JUGA: Indahnya Toleransi, Gereja Katedral Semarang Bagikan 220 Paket Makan Gratis Untuk Lintas Agama

Menurutnya, sasaran tepat dari program tersebut belum terlalu jelas. Ia menjabarkan, di awal tahun 2023, Prabowo sempat menyampaikan sasaran dari Makan Bergizi Gratis ialah 83 juta orang mulai dari siswa SD, SMP, SMA, santri hingga ibu hamil.

Lalu pada Februari 2024, sasaran program turun menjadi 70 juta orang yang terdiri dari anak balita, siswa TK, SD, dan SMP.

“Di sisi lain ada studi yang mengatakan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan adalah smart investation,” ujar Cut.

Artinya, kata Cut, pemerintah semestinya lebih merancang program yang tepat untuk menyongsong 1.000 hari pertama kehidupan tiap anak bangsa.

“Inilah yang harus kita investasikan agar bisa menciptakan SDM unggul dan Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp