Jateng

Program Sergab Bulog Hargai Tinggi Gabah Petani, Dispertanikap Kabupaten Semarang: Rp6.500 per Kg

×

Program Sergab Bulog Hargai Tinggi Gabah Petani, Dispertanikap Kabupaten Semarang: Rp6.500 per Kg

Sebarkan artikel ini
program Sergab
Alsintan modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian Pemkab Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Petani Kabupaten Semarang kini memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui program Serapan Gabah dan Beras (Sergab).

Program ini menjadi langkah konkret dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung petani secara langsung melalui pembelian hasil panen oleh Bulog.

Program Sergab memberi jaminan harga panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Hal ini tentu memberi semangat baru bagi petani agar terus meningkatkan hasil pertanian.

BACA JUGA: Video Bulog Pastikan Harga Gabah Petani Tak Lagi di Bawah Rp6.500 per Kilogram

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Edy Sukarno, menyebut program ini sebagai terobosan luar biasa.

“Langkah ini memotong rantai distribusi. Sekarang Bulog langsung menyerap gabah dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram,” ujar Edy di Ungaran, Selasa, 8 April 2025.

Dengan begitu, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang sering menetapkan harga seenaknya.

BACA JUGA: Bulog Pastikan Tak Ada Lagi yang Beli Gabah Petani di Bawah Rp6,5 Ribu

Selain jaminan harga, petani juga mendapatkan dukungan pengelolaan air dari Kementerian Pertanian. Ini terutama tertuju bagi sawah tadah hujan agar produksi tetap stabil. Langkah tersebut ikut mendorong peningkatan hasil panen per hektare dan indeks produksi pertanian.

Edy menambahkan, program Sergab sejalan dengan misi Pemkab Semarang untuk memperkuat sektor pertanian. Sejak 2024, berbagai Balai Penyuluh Pertanian telah memperoleh alat dan mesin modern.

BACA JUGA: Panen Perdana Tahun 2025, Petani Blora Diuntungkan Harga Gabah Rp6.500 per Kg dari Bulog

Peralatan seperti transplanter, drone pemupukan, mini combine, hingga cultivator kini hadir membantu petani. Semua alat ini terancang untuk mempercepat dan mempermudah proses bertani.

“Peluang ini harus petani ambil untuk menaikkan hasil dan pendapatan,” tegas Edy. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp