Jateng

Progres Tol Semarang-Demak Capai 29,69%, Menteri PU: Fokus Soil Improvement Sebelum Pengaspalan

×

Progres Tol Semarang-Demak Capai 29,69%, Menteri PU: Fokus Soil Improvement Sebelum Pengaspalan

Sebarkan artikel ini
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1
Foto udara proyek Tol Semarang-Demak. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pembangunan Tol Semarang-Demak terus menunjukkan progres positif. Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penyelesaian proyek strategis ini pada April 2027.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyebutkan bahwa hingga akhir 2024, progres konstruksi sudah mencapai 29,69%.

“Tercatat hingga 23 Desember 2024, perkembangan fisik Tol Semarang-Demak berada di angka 29,69%. Targetnya selesai pada April 2027,” ungkap Dody dalam keterangan tertulis pada Selasa, 7 Januari 2025.

BACA JUGA: DLHK Jateng Ungkap 46 Hektare Mangrove Raib Akibat Proyek Tol Semarang-Demak: Akan Relokasi

Tol Semarang-Demak terbagi menjadi dua seksi utama. Seksi 1 mencakup rute Kaligawe hingga Sayung sepanjang 10,64 kilometer, sementara Seksi 2 menghubungkan Sayung ke Demak sepanjang 16,31 kilometer.

Sementara itu, seksi 2 telah beroperasi sejak 25 Februari 2023, sedangkan Seksi 1 masih dalam tahap konstruksi.

Seksi 1 terbagi menjadi beberapa paket pengerjaan. Paket 1A yang mengerjakan ialah Hutama Karya dan Beijing Urban Construction Group (BUCG), dengan progres mencapai 46,2%.

BACA JUGA: Progres Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1: Target Beres 2027, Klaim Bisa Atasi Banjir Rob Kaligawe

Paket 1B yang menggarap yakni PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (WIKA), serta China Road and Bridge Corporation (CRBC), dengan progres 27,6%.

Sementara itu, Paket 1C yang menangani yaitu Adhi Karya dan Sinohydro, dengan capaian 20,4%.

Menurut Dody, pengerjaan Tol Semarang-Demak masih berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan besar. Ruas Kaligawe-Sayung rancangannya terintegrasi dengan tanggul laut serta polder.

BACA JUGA: Proyek Tol Semarang-Demak Lahap Puluhan Hektare Mangrove, Tak Bisa Sembarangan Revegetasi

Fasilitas itu harapannya menjadi solusi banjir rob yang sering terjadi di kawasan Pantura, khususnya wilayah Kaligawe-Sayung.

“Pekerjaan di Seksi 1 kini fokus pada soil improvement untuk memastikan tanah lebih stabil sebelum proses pengaspalan,” jelas Dody.

Proses tersebut penting untuk memastikan kualitas konstruksi agar tol dapat berfungsi dengan optimal pada waktunya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp