Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak nyaman, terlebih aktivitas proyek tersebut berlangsung hingga siang dan malam.
“Siang juga terganggu, malam juga terganggu, apalagi ada anak balita-balita, tidurnya kan tetap keganggu,” kata Misiyati.
Ia mengatakan warga pada prinsipnya tidak ingin menghambat pembangunan. Namun, mereka membutuhkan kepastian mengenai keselamatan tempat tinggal serta penyelesaian kerusakan yang terjadi.
“Kalau harapan saya, monggo Pakuwon kan lebih bijaksana. Jika memangnya tidak, kalau kita terus terang enggak mau, karena kan kita kayak gini. Jika bisa kita siap jika mau memang mau ganti untung, monggo silakan,” ujarnya.
Laporan 19 Rumah di 16 KK Mengalami Kerusakan
Ketua RT 06 RW 05, Tugimin, sebelumnya mengatakan dampak proyek yang dirasakan warga tidak hanya berupa kerusakan bangunan.
Aktivitas proyek juga disebut menimbulkan debu yang mengganggu kenyamanan lingkungan.
Penutupan Jalan Gombel Lama turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, termasuk penurunan omzet sejumlah pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
Berdasarkan pendataan pengurus lingkungan, terdapat 19 rumah milik 16 kepala keluarga yang mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda.
“Sebelum ada proyek itu retakannya cuman milimeter, sekarang sampai sentimeter. Bahkan di rumah Pak Pardjana ada retakan yang bisa ia masuki jari tangan,” ungkap Tugimin.
Ia mengatakan pihak pelaksana proyek telah melakukan pendataan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak. Tim proyek juga disebut telah mendokumentasikan kondisi bangunan melalui foto dan pengukuran.
Warga berharap terdapat perbaikan atau kompensasi atas kerusakan rumah.
“Kami berharap ada perbaikan atau kompensasi atas kerusakan rumah warga. Dampak yang terasa bukan hanya keretakan bangunan, tetapi juga debu dari proyek yang sangat mengganggu kenyamanan warga,” imbuhnya.
Pihak Pakuwon Sebut Akan Perbaiki Rumah Warga
Sementara itu, manajemen Pakuwon sebelumnya telah menyatakan akan menangani rumah warga yang mengalami keretakan akibat aktivitas pematangan lahan.
Human Resources Pakuwon Group, Iful Novianto, mengatakan perusahaan telah melakukan survei kondisi bangunan warga sebelum pekerjaan dimulai.





