SEMARANG, beritajateng.tv – Pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Badan Gizi Nasional (BGN) gagas tengah menjadi sorotan publik.
Hal tersebut viral lantaran nilai proyek yang fantastis serta jenis kendaraan yang dinilai tidak biasa untuk distribusi makanan.
Perhatian publik tidak hanya tertuju pada program MBG itu sendiri, tetapi juga pada armada yang di gunakan. Puluhan ribu unit motor trail listrik dengan logo BGN mendadak viral di media sosial.
Kendaraan tersebut disebut-sebut akan digunakan untuk mendistribusikan makanan ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
BACA JUGA: Sampah Dapur MBG Mayoritas Organik, DLHK Jateng Minta SPPG Kelola Limbah Secara Mandiri
Namun di balik itu, muncul sejumlah pertanyaan. Salah satunya terkait urgensi penggunaan motor trail untuk kebutuhan distribusi makanan. Selain itu, publik juga menyoroti pihak perusahaan yang di tunjuk sebagai penyedia armada tersebut.
Berdasarkan penelusuran melalui laman Inaproc, proyek pengadaan motor trail listrik merek Emmo JVX GT tersebut di menangkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal. Perusahaan ini mengerjakan proyek dengan nilai yang cukup besar di tengah sorotan terhadap efisiensi anggaran negara.
Harga satu unit motor tersebut diketahui mencapai sekitar Rp49,95 juta. Meski sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen, harga tersebut masih berstatus off the road. Artinya, pemerintah masih perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pengurusan legalitas kendaraan seperti STNK dan BPKB agar dapat di gunakan di jalan umum.
Tak hanya itu, muncul pula informasi bahwa harga tersebut belum termasuk garansi, yang semakin memicu kritik dari berbagai pihak.
PT Yasa Artha Trimanunggal sendiri bukan pemain baru di dunia bisnis. Perusahaan yang berdiri pada 2016 dan berbasis di Jakarta ini di kenal sebagai penyedia jasa logistik terpadu dan manajemen pergudangan.
Nama perusahaan tersebut memiliki makna filosofis, di mana “Yasa” berarti kemuliaan, “Artha” bermakna tujuan, dan “Trimanunggal” mencerminkan tiga unsur yang menyatu. Filosofi ini merepresentasikan visi para pendirinya dalam membangun ekosistem bisnis yang kuat dan terpercaya.
Seiring waktu, perusahaan ini memperluas lini usahanya ke berbagai sektor, mulai dari pengadaan barang dan jasa, perdagangan ekspor-impor, konstruksi, teknologi informasi, hingga penyediaan alat kesehatan. Jaringan distribusinya pun telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
BACA JUGA: Anggaran MBG Rp1 Triliun per Hari, Aria Bima Ingatkan Agar Suplai Dapur Tak Ganggu Pasar
Langkah ekspansi besar juga perusahaan ini lakukan pada akhir 2024 dengan mengakuisisi maskapai perintis SAM Air melalui PT Semuwa Aviasi Mandiri. Akuisisi tersebut bertujuan mendukung pendistribusian logistik, termasuk penyaluran bantuan pangan ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). (*)





