Pendamping PKL KIW, Zainal Petir menambahkan, PKL yang berjualan di KIW tidak membuka lapak, hanya membawa sepeda motor. Namun, sayangnya tanpa kejelasan dari manajemen kawasan tidak lagi boleh berjualan.
“Mestinya managemen KIW senang karena para pedagang mendekatkan pada karyawan di masing-masing perusahaan sehingga tidak terganggu waktu kerjanya. Jangan malah diusir,” tandasnya.
Semestinya, kata dia, kawasan milik BUMN ini seharusnya mendukung rakyat kecil agar lebih sejahtera. Pihaknya juga mengritisi soal pembangunan foodcourt yang jauh dari lokasi pabrik.
“KIW membuat foodcourt tapi jauh dari pabrik jelas tidak laku karena tidak mungkin karyawan mau ke foodcourt. BUMN orientasinya jangan bisnis melulu harus ada tanggung jawab sosial masyarakat,” tegasnya.
Dia meminta Pemerintah Kota Semarang segera turun mengatasi persoalan ini. (*)
Editor: Elly Amaliyah





