SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah jalur alternatif maupun jalan tembus telah Dinas Perhubungan Kota Semarang persiapkan guna mengantisipasi beberapa titik kemacetan saat arus Mudik Lebaran 2025.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan ada sebanyak 15 titik jalur alternatif yang sudah pihaknya siapkan.
Jalur alternatif tersebut di antaranya Simpang Kalibanteng, jalan Anjasmoro, Bongsari, Sam Poo Kong, Jalan Kariadi, Akpol, Kaliwiru, Jatingaleh, Undip, Sukun, terminal Banyumanik, BSB, Pasar Ace, Simpang Sabara, dan Cangkiran.
Menurutnya, Kota Semarang, terutama wilayah pinggirannya, sering kali menjadi pilihan jalur alternatif tatkala arus mudik Lebaran. Sehingga, rambu penunjuk arah telah pihaknya pasang jauh-jauh hari.
“Untuk jalur alternatif kami sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). DPU sudah melakukan penambalan jalan rusak, tapi yang belum ter-cover oleh DPU kami siapkan rambu portabel dan rambu peringatan. Misalnya seperti rambu awas hindari jalan berlubang, hati-hati kerusakan jalan atau perbaikan jalan,” ujar Danang, Sabtu, 29 Maret 2025.
Jalur alternatif mudik Lebaran di Kota Semarang
Danang mencontohkan, jalur alternatif yang bisa pemudik lalui sewaktu terjadi kemacetan panjang dan pihaknya mesti memberlakukan rekayasa lalu lintas.
“Contohnya di Jalan Beringin, pengendara bisa melalui jalur itu untuk ke arah Pasar Mangkang. Kemudian ke Gunungpati juga bisa melalui Ngaliyan atau BSB,” kata dia.
Dari arah Timur, lanjut Danang, pengendara ke arah Bangetayu bisa melalui Woltermonginsidi. Saat terjadi banjir rob di Sayung, Demak, petugas juga mengarahkan untuk melalui jalur alternatif di Jalan Woltermonginsidi-Ratan Cilik-Onggorawe-Demak.
“Di Simpang Majapahit kami tuntun lewat area pinggiran,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pagi-Siang Ini jadi Puncak Pemudik Tiba di Semarang, One Way Berlaku hingga Pukul 24.00
Jumlah personel Dinas Perhubungan yang terjun selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 ini, kata Danang, yaitu sebanyak 60 personel.
“Jumlah personel ada 60 orang per shift. Kami ada tiga shift sehari sehingga petugas bisa standby di titik yang telah kami antisipasi serta posko mudik,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang dan Polsek-Polsek untuk mengurai kemacetan yang terjadi.
“Kami koordinasi dengan Satlantas dan Polsek-Polsek. Biasanya mereka berkomunikasi kalau ada kemacetan dan kendaraan yang menumpuk. Kami siapkan rambu pengalihan, kemudian backup petugas dari Dinas Perhubungan juga ada,” paparnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





