Punya Pemikiran Kreatif, Anak Muda Diajak Terlibat Kelola Desa Wisata

Para narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) "Peran Pokdarwis dalam Pengelolaan Desa Wisata" yang digelar di Rest Area Sinongko, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. (ardhi/beritajateng.tv)

SEMARANG, 8/11 (beritajateng.tv) – Anak muda diharapkan terlibat dalam kepengurusan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola desa wisata. Peran anak muda dibutuhkan karena punya kreativitas tinggi dan pemikirannya out of the box. Hal tersebut perlu bagi pengembangan serta promosi desa wisata agar lebih dikenal secara luas.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo mengatakan, peran anak muda dalam pengelolaan desa wisata masih bisa dimaksimalkan. Meskipun mereka tetap butuh bimbingan dari tokoh masyarakat dan para senior.

“Anak muda punya kreativitas, ide tak terbatas, serta pemikiran out of the box. Mereka bisa berperan membantu pengelola desa wisata. Namun anak muda tetap ada minusnya yaitu agak ngeyelan, ditata agak sulit, itu sudah karakter anak muda. Maka kalau ada anak muda, harus ada senior yang membimbing dan mengontrol,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) “Peran Pokdarwis dalam Pengelolaan Desa Wisata” yang digelar di Rest Area Sinongko, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (3/11/2022). Acara tersebut digelar Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto.

Dia menambahkan, syarat keanggotaan Pokdarwis adalah sukarela. Dia mengajak Pokdarwis bekerjasama dengan Karang Taruna setempat dalam mengembangkan desa wisata.

“Saya melihat di Kecamatan Ungaran Barat ini Pokdarwis sudah banyak melibatkan anak-anak muda. Mereka bisa diperankan untuk mempromosikan desa wisata melalui media sosial,” katanya dalam acara yang dipandu moderator Ricky Fitriyanto tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto menambahkan, jumlah desa wisata di Kabupaten Semarang saat ini jumlah desa wisata di Kabupaten Semarang mencapai 74 desa. Jumlah tersebut terbanyak di Jateng. Dia berharap jumlah desa wisata terus bertambah dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setelah pandemi.

Menurut Heru, potensi yang ada di desa harus dirawat dan dikelola dengan baik oleh Pokdarwis. Dia berharap pengurus Pokdarwis terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang punya visi sama dalam mengembangkan pariwisata.

“Pengembangan pariwisata harus berkelanjutan, bukan dilaunching terus berjalan seminggu lalu bubar. Ini tergantung bagaimana Pokdarwis bisa memberi pemahaman ke warga. Selain itu butuh partisipasi aktif masyarakat karena potensi desa bisa mengangkat perekonomian. Biasanya orang kalau belum lihat hasilnya belum memberi dukungan. Tapi jika sudah melihat hasilnya maka mereka tertarik terlibat,” ungkapnya.

Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang sendiri terus melakukan pelatihan peningkatan kapasitas SDM pariwisata, dan memfasilitasi promosi desa wisata.

“Kami juga menggelar pelatihan pramuwisata, pelatihan tour planner dan membuat sertifikasi. Di bidang promosi sudah ada aplikasi Apiks yang isinya lengkap mulai dari akomodasi, hotel, destinasi, hingga desa wisata,” tandasnya.

Kepala Desa Kalisidi Dimas Prayitno Putra mengatakan, peran Pokdarwis sangat penting dalam pengelolaan desa wisata. Dia mencontohkan Rest Area Sinongko di Desa Kalisidi yang menyasar segmen pasar anak muda, petualang, dan penjelajah.

“Awal mulanya sederhana, karena banyak tamu desa kalau cari tempat makan jauh. Maka pada 2018 dibangun warung menggunakan dana desa. Kemudian tahun 2021 disupport bantuan pengembangan objek wisata dari Kementerian Desa, jadilah Rest Area Sinongko ini,” paparnya.

Dia menuturkan di Desa Kalisidi potensi wisatanya cukup banyak. Mulai air terjun Curug Lawe, kuliner, hingga wisata ritual. Banyak juga kunjungan dari sekolah yang melakukan live in di Desa Kalisidi.

Ketua Pokdarwis Katurangga Nurohmat menjelaskan, Rest Area Sinongko ramai dikunjungi saat akhir pekan. Omsetnya mencapai Rp 300 ribu – Rp 1 juta per hari. Penghasilan tersebut cukup untuk menjadikan Pokdarwis terus berkembang. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply