Selain itu, para tamu undangan juga tersuguhi Tari Sesaji Nusantara dan Tari Serimpi Sangopati Mangkunegaran. Direktorat Kemahasiswaan UKSW mengoordinasikan seluruh penampilan kelompok etnis mahasiswa tersebut.
Sementara itu, Rektor UKSW, Prof Intiyas Utami, mengungkapkan bahwa UKSW saat ini menjadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa dari 23 etnis Nusantara.
Menurutnya, keberagaman tersebut tidak hanya hadir dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan, tetapi juga terayakan melalui berbagai kegiatan yang kental dengan nuansa kebudayaan.
Setiap tahun, kelompok-kelompok etnis mahasiswa UKSW juga rutin menggelar Indonesian International Culture Festival (IICF).
BACA JUGA: Tim Basket UKSW Bersinar di Campus League 2026 Region Yogyakarta
Kegiatan tahunan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan dan merayakan kekayaan serta keragaman budaya Indonesia. Festival ini juga memperkenalkan budaya berbagai negara melalui keterlibatan mahasiswa internasional.
Prof Intiyas menilai keterlibatan mahasiswa UKSW dalam menghadirkan berbagai kesenian dan budaya Nusantara menjadi wujud peran generasi muda dalam merawat dan meneruskan warisan budaya.
“Hal ini sekaligus untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang pendidikan dan perjumpaan lintas budaya yang mendukung pelestarian budaya, penguatan keberagaman serta pembangunan berkelanjutan,” tandas Prof Intiyas. (*)
Editor: Farah Nazila





