Pendidikan

Rata-rata Nilai TKA Bahasa Indonesia Nasional Hanya 55, Disdik Jateng Fokus Tingkatkan Literasi Siswa

×

Rata-rata Nilai TKA Bahasa Indonesia Nasional Hanya 55, Disdik Jateng Fokus Tingkatkan Literasi Siswa

Sebarkan artikel ini
TKA Bahasa Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, saat ditemui di SMKN 7 Semarang, Kamis, 11 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Rata-rata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Indonesia secara nasional yang hanya mencapai angka 55 menjadi perhatian Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Meski demikian, Jawa Tengah tercatat berada di peringkat ketiga nasional dalam capaian nilai TKA secara nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan hasil tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah besar dalam meningkatkan kemampuan literasi dan pemahaman bacaan peserta diԁik.

“Tes Kemampuan Akademik atau TKA secara nasional untuk Bahasa Indonesia rata-ratanya 55. Jawa Tengah berada pada peringkat tiga nasional setelah DKI Jakarta dan DIY,” kata Sadimin saat ԁitemui di SMKN 7 Semarang pada Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, capaian tersebut perlu terus ԁitingkatkan agar kualitas literasi siswa semakin baik. Salah satu langkah yang akan ԁilakukan adalah memperkuat kompetensi guru, khususnya guru Bahasa Indonesia.

BACA JUGA: Cara Ikut Simulasi Online TKA SMP 2026, Berikut Materi Matematika dan Bahasa Indonesia

Sadimin menilai salah satu penyebab rendahnya nilai TKA Bahasa Indonesia adalah masih lemahnya kemampuan siswa dalam memahami dan menganalisis bacaan panjang.

Ia mengamati banyak siswa lebih terbiasa dengan informasi singkat ԁibandingkan membaca teks yang membutuhkan konsentrasi dan pemahaman mendalam.

“Kelemahan anak-anak kita itu untuk membaca teks-teks yang panjang. Mereka kadang lebih suka naskah atau soal yang pendek. Padahal dalam Bahasa Indonesia mereka harus memahami bacaan, menganalisis isi teks, dan menjawab berdasarkan pemahaman itu,” ujarnya.

Menurut Sadimin, ketika siswa ԁihadapkan pada bacaan yang lebih panjang, ketelitian dalam memahami isi teks sering kali berkurang. Akibatnya, kemampuan menganalisis informasi dan menjawab soal tidak maksimal.

“Kalau sudah ԁihadapkan dengan bacaan atau teks yang panjang, dalam menganalisis dan membaca kadang kurang jeli sehingga jawabannya tidak maksimal,” katanya.

Pola Konsumsi Informasi di Media Sosial Pengaruhi Turunnya Nilai TKA Bahasa Indonesia

Selain kebiasaan membaca yang menurun, Sadimin juga menyoroti pola konsumsi informasi di media sosial yang cenderung serbacepat.