Ekbis

Raup Omzet Puluhan Juta, Begini Cara Penjual Barang Antik di Kota Lama Temukan Benda Jadul

×

Raup Omzet Puluhan Juta, Begini Cara Penjual Barang Antik di Kota Lama Temukan Benda Jadul

Sebarkan artikel ini
barang antik semarang
Owner Lapak 28, Bachrul Idhom saat ditemui beritajateng.tv di Sentra Barang Antik Asem Kawak, Minggu, 23 Juli 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebagian orang kerap menganggap barang-barang peninggalan zaman dulu sebatas properti usang yang sudah tak bernilai. Namun, tidak bagi para pedagang barang antik di Kota Lama, Semarang.

Saat menyusuri lapak barang antik yang tak jauh dari Gereja Blenduk, Kota Lama Semarang, beritajateng.tv mendapati gedung yang berisi lapak barang antik.

Bernama ‘Asem Kawak’, berbagai macam barang antik, mulai dari keramik asal Tiongkok dan Eropa, piring-piring tua, hingga kamera analog terjejer rapi siap para pengunjung pilih.

Lapak ‘Antik 28’ salah satunya. Menjual berbagai jenis keramik lawas asal luar negeri, Bachrul Idhom menuturkan, kian hari semakin banyak yang mengunjungi sentra lapak barang antik tersebut.

BACA JUGA: Hadirkan Atmosfer Masa Lalu ke Kota Lama Semarang, Ini Ragam Barang Jualan di Pasar Klitikan

“Kalau barang antik itu usianya 100 tahun lebih. Barang jadul itu minimal 10 tahun. Kalau barang seni itu, ya, kayak ini becak-becakan ada, lukisan ada. Ga semuanya bisa disebut barang antik. Kita jualnya barang antik, jadul, dan seni, jadi istilahnya kita sebut klitikan lah,” tutur Bachrul.

Sebagian pengunjung mungkin bertanya-tanya bagaimana para penjual dapat memperoleh barang-barang lawas tersebut. Salah satu barang yang jadi sorotan kami yakni surat suara Pemilu tahun 60-an silam. Bachrul menuturkan, beberapa barang dari rongsokan rumah tangga, harga jualnya bisa tinggi.

“Kadang kan dia (penjual) dapet borongan rumah tangga atau rongsok rumah tangga. Itu bisa dijual lagi. Rongsok rumah tangga itu kalau misal dibeli 5 juta sekaligus, itu kan ada barang-barang tertentu, yang namanya pedagang pasti terpikir, ‘oh bisa dijual lagi’, nanti disendirikan terus bisa dijual lagi,” terangnya.

Omzet penjualan barang antik di Kota Lama Semarang

Berjualan sejak tahun 2009, Bachrul menyebut omzet yang bisa ia peroleh setiap bulannya mencapai Rp 6 juta rupiah. Namun, beberapa kali ia pernah menjual barang antik dan langka dengan harga yang cukup fantastis.

“Per bulan omzet beda-beda antar lapak, rata-rata 4 sampai 6 juta per bulan. Kalau pas ramai, kita dapet barang yang modal 2 juta bisa kita jual dapet 10 juta, kayak keramik gitu misalnya,” tuturnya.

“Di samping itu, ada pasar tersendiri juga. Barang antik itu tidak harus mahal. Katakanlah piring, ada piring itu hitungan 300 sampai 500 ribu. Ada barang antik harganya 25 juta sampai 50 juta ke atas,” sambung Bachrul.

Penentuan harga barang antik juga sudah pasar tentukan. Namun tak menutup kemungkinan jika harganya berbeda, berdasarkan langka atau tidaknya barang tersebut.

BACA JUGA: Mbak Ita: Perlu Kolaborasi Antar Stakeholder dalam Pengelolaan Kota Lama

“Indikator penentuan harga itu ada patokannya, ada harga pasarnya. Misal barang A pasarannya 1 juta, kita jual lebih sedikit bisa, itu wajar, tapi patokannya tetep segitu. Tetapi kan namanya orang pengen milikin barang, ya, kalau takbayar sejuta, istilahnya barang langka, belum tentu kita cari 3 sampai 6 bulan itu ketemu, jadi harganya bisa lebih mahal,” bebernya.

Memiliki minat sejak dahulu terhadap barang antik, Bachrul meyakini bisnis ini akan terus ada. Ia menyebut, bisnis barang klitikan ini seperti regenerasi.

“Kalau bisnis seperti ini sudah ada turun temurun. Jadi regerenasinya terus ada. Misalnya pendahulu saya itu dulunya jualan, kemudian diteruskan oleh saya. Terus ini kan ada yang baru-baru juga, meneruskan jualan dan pencarian barang lawas ini. Jadi ya ini (bisnis barang antik) akan terus ada. Peminatnya banyak, kolektor sekaligus penjualnya juga ada,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp