“Coba bayangkan, kalau semua langsung lari ke sungai, puncak banjirnya tinggi. Tapi kalau kita beri kontribusi [dengan embung] itu akan direm atau parkir sementara,“ terangnya.
Namun, pembangunan embung itu tak luput dari tantangan. Utamanya terkait lahan yang terbatas di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Wisata Rawa Pening Suguhkan Pemandangan Alam yang Memukau, Intip Daya Tarik Wisata Tersebut
“Tantangannya sangat tidak sederhana. Kalau di Jawa itu terkait lahan, itu juga akan sangat efektif apabila kecil-kecil tapi jumlahnya banyak. Kan nanti volumenya juga banyak,” paparnya.
Selain penampungan air hujan agar tak terjadi banjir, embung-embung yang ada di Jawa Tengah juga harapannya menjadi penyalur air perkebunan yang bernilai tinggi, tak semata-mata untuk irigasi pertanian.
“Target embung itu adalah untuk support perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi seperti buah naga. Sekali lagi clear ya, bukan untuk support irigasi, karena irigasi itu butuh relatif banyak [air] untuk padi,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





