Pendidikan

Rayakan Hari Batik Nasional, Siswa SDN Pekunden Kompak Kenakan Kain Batik

×

Rayakan Hari Batik Nasional, Siswa SDN Pekunden Kompak Kenakan Kain Batik

Sebarkan artikel ini
siswa SD Negeri Pekunden
Sejumlah siswa SD Negeri Pekunden membentangkan kain batik yang mereka bawa pada perayaan Hari Batik Nasional, Jumat 29 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ada pemandangan yang berbeda di SD Negeri (SDN) Pekunden pada Jumat, 29 September 2023 pagi. Tidak hanya mengenakan seragam sekolah, para siswa terlihat kompak menghias diri dengan aksesoris bernuansa batik beserta berbagai motif dan corak.

Sebagaimana kita ketahui, Hari Batik Nasional jatuh pada tanggal 2 Oktober 2023 besok. Tak ingin ketinggalan momentum, SDN Pekunden berusaha mengenalkan warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia itu kepada siswanya.

“Kenapa batik? Kita biar mengingatkan kembali ini warisan budaya bangsa yang sekarang menjadi warisan budaya dunia. Siapa lagi kalau bukan kita yang akan menghargai, menghormati dan melanjutkannya,” kata Kepala SDN Pekunden, Abdul Khalik.

Pada peringatan Hari Batik Nasional tahun ini, pihak sekolah mewajibkan semua siswanya untuk mengenakan aksesoris pelengkap dengan bahan utama batik. Uniknya, kata Khalik, batik yang mereka gunakan harus mereka ambil dari kain jarik orang tuanya.

BACA JUGA:Produk Turunan Kelapa Sawit Bisa Bermanfaat Bagi UKM Kreatif Batik

Tak sedikit siswa yang kemudian kreatif dengan memodifikasi kain jarik menjadi lebih fashionable. Mulai dari baju, jaket, kerudung, dan sebagainya.

“Jarik sekarang itu identik hanya untuk kemul jenazah, mereka lupa bahwa esensi batik tidak untuk itu sebenarnya,” imbuhnya.

Parade carnaval, membatik bersama, hingga fashion show

Sementara itu, kegiatan berlangsung meriah mulai dari parade carnaval di sekitar sekolah, peragaan busana, hingga praktik membatik dengan canting, hingga pameran batik.

Adapun membatik dengan canting hanya untuk siswa kelas 5 yang dua minggu sebelumnya telah berlatih membatik secara langsung di Kampung Batik.

Di sisi lain, ada pula peragaan busana oleh sepasang siswa siswi dari masing-masing kelas. Mereka secara bergiliran tampil di atas red carpet membawakan batik layaknya model profesional.

“Kalau kelas 1-2 mewarnai batik Semarangan biar anak lebih cinta pada budaya Semarang, kalau kelas 3, 4, dan 6 mewarnai batik nusantara,” lanjut Khalik.

BACA JUGA:Miliki 56 Panti Sosial se-Jateng, Begini Kisah Dinsos Tangani 150 ODGJ di Klaten Hingga Ajari Difabel Membatik

Di akhir acara, para siswa kemudian pihak sekolah minta untuk membentangkan kain batik atau yang mereka sebut dengan ‘jembrengan batik’. Bersama-sama, mereka dengan bangga menunjukkan keindahan kain batik masing-masing.

“Jembrengan batik memiliki makna, ini lho kebanggaan kami, dari Indonesia untuk dunia. Ada banyak nilai estetik, nilai sejarah, nilai karakter yang ditampilkan dari seutas kain batik,” pungkasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp