Politik

Rayakan HUT ke-52, PDIP Jawa Tengah Gelar Ruwatan dan Pagelaran Wayang Gatotkoco Pinilih

×

Rayakan HUT ke-52, PDIP Jawa Tengah Gelar Ruwatan dan Pagelaran Wayang Gatotkoco Pinilih

Sebarkan artikel ini
Wayang PDIP
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Pacul, dalam pagelaran wayang "Gatotkaca Pinilih" di Panti Marhaen, Kota Semarang, Sabtu, 12 April 2025 malam. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah menggelar pagelaran wayang kulit sekaligus ritual Ruwatan di Panti Marhaen, Kota Semarang, Sabtu, 13 April 2025 malam.

Pagelaran wayang berlakon “Gatotkaca Pinilih” itu merupakan rangkaian HUT PDIP ke-52.

Menghadirkan Ki Purbo Asmoro sebagai dalang dan bintang tamu Bagyo “Gareng”, pagelaran wayang itu dibuka dengan tarian Gambang Semarang oleh Komunitas Perempuan Berkebaya Jawa.

Sebelum pagelaran wayang dimulai, Ki Purbo Asmoro melakukan ritual Ruwatan yang bertujuan untuk pembersihan.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Sumanto, menjadi perwakilan prosesi Ruwatan tersebut. Secara simbolis, Sumanto mengenalan kain putih dan melakukan proses pemotongan rambut.

BACA JUGA: Soroti Ketegangan Jokowi dan PDIP, Pengamat Adi Prayitno: Gesturnya Kini Beda, Ada Amarah Tersirat

Penyerahan wayang Gatotkaca dari Ketua DPD PDIP Bambang “Pacul” Wuryanto kepada Ki Purbo Asmoro pun menjadi tanda mulainya pagelaran wayang dengan lakon Gatotkaca Pinilih tersebut.

Selain dihadiri oleh Bambang Pacul dan Sumanto, pagelaran wayang itu turut diramaikan oleh bndahara PDIP Jawa Tengah sekaligus Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, mantan ketua DPD PDIP Jawa Tengah Murdoko, anggota DPR RI PDIP asal Jawa Tengah, dan 19 bupati dan wakil bupati asal PDIP.

“Wayangan semalam suntuk dengan dalang Ki Purbo Asmoro dari ISI Surakarta dan juga hari ini kita bisa bersilaturahmi. Kami ucapkan, masih di bulan syawal, selamat hari raya Idulfitri, mohon maaf lahir batin,” ungkap Sumanto dalam sambutannya.

Uri-uri budaya wayang dan Ruwatan dalam HUT ke-52 PDIP Jateng

Sumanto mengungkap, ritual Ruwatan yang berlangsung sebelum pagelaran wayang itu bukan sekadar pembersihan. Melainkan, kata dia, wujud melestarikan budaya daerah.

“Dalam kesempatan hari ini, sebagai rangkaian HUT PDIP ke-52 salah satunya ada Ruwatan yang tadi kita lihat bersama. Ini merupakan budaya yang harus kita lestarikan,” jelas Sumanto.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah asal Karanganyar itu juga meminta agar budaya seperti pagelaran wayang bisa dilestarikan.

Perihal itu, Sumanto menyoroti budaya Indonesia yang semakin tergerus oleh globalisasi. Dalam hematnya, jati diri suatu bangsa bergantung pada bagaimana masyarakat menjaga kebudayaannya.

BACA JUGA: Kompak Sepakat, PDIP Kebumen Dukung Megawati jadi Ketum & Bambang Pacul Pimpin DPD Jateng Lagi

“Dan juga seni wayangan ini juga salah satu budaya untuk kita uri-uri (rawat) bersama, karena melihat kondisi globalisasi luar biasa ini. Jati diri bangsa ini tergantung pada budaya yang harus kita pertahankan bersama,” tegas dia.

Lebih lanjut, tutur Sumanto, pagelaran wayang sekaligus Ruwatan menjadi cara PDIP Jawa Tengah untuk melestarikan budaya Jawa sekaligus simbol menghilangkan lara untuk menuju kemenangan.

“Kita mengadakan kegiatan seni budaya, DPD juga melaksanakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan budaya.
Maka dari itu kesempatan yang baik ini merupakan budaya yang kita harus lestarikan. Artinya, hilangnya kesedihan dan mara bahaya untuk menuju kejayaan,” pungkas Sumanto. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp