SEMARANG, beritajateng.tv – Komunitas Kejar Mimpi Semarang menyelenggarakan pameran bertajuk “Sangkara” di Gedung Monod Diephuis & Co, Kawasan Kota Lama Semarang, 19-20 Oktober 2024.
Person in Charge (PIC) Sangkara 2024, Mukhamad Aji Ikhwanul Yunus menjelaskan, Sangkara merupakan kependekan dari ‘Sinau Saka Wicara, Nggawe Saka Karya’. Atau dalam bahasa sansekerta berarti kemakmuran.
Aji menjelaskan, Sangkara merupakan event Komunitas Kejar Mimpi Semarang pertama yang mengusung tema kesenian dan kebudayaan. Sebelumnya, event-event Kejar Mimpi Semarang baru berfokus pada isu pendidikan, lingkungan, maupun ekonomi.
“Kejar Mimpi Semarang punya empat pilar utama. Yaitu pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif, dan filantropi. Sangkara 2024 ini, adalah gabungan dari empat pilar tersebut,” katanya kepada beritajateng.tv, Sabtu, 19 Oktober 2024.
BACA JUGA: Mengupas Cerita “Kegelapan” Penyandang Tuna Netra Lewat Pameran Fotografi Semarang
Aji menuturkan, Sangkara terdiri dari beragam rangkaian acara. Mulai dari Sinau Sesarengan berupa talkshow dengan berbagai tema dan narasumber, pameran Rupa Karsa berupa art exhibition yang memamerkan 30 lukisan baik dari mahasiswa Semarang maupun luar Semarang.
Selain itu, lanjut Aji, ada juga bazar ekonomi. Dan terakhir adalah pagelaran seni bertajuk Gumegrahing Budaya yang menampilkan seni musik, seni tarian dan seni drama.
“Dengan Sangkara kami ingin memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa Semarang memiliki keberagamanan luar biasa. Yang kedua kami ingin mewadahi pelaku kesenian agar bisa dihargai oleh masyarakat,” jelasnya.
Ajak masyarakat kenali kebudayaan
Lebih lanjut, Aji menyebut jika Sangkara merupakan sebuah apresiasi karena Komunitas Kejar Mimpi Semarang sudah berjalan selama 5 tahun. Atau tepatnya sejak 2019.
Dengan anggota merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Semarang, Kejar Mimpi berniat untuk mengenalkan kebudayaan dan kesenian di Kota Semarang, khususnya terhadap pendatang baru.
“Semarang banyak pendatang baru dari berbagai universitas dan mungkin mereka tidak tau kebudayaan Semarang. Dan kita paham bahwa kesenian di Semarang itu banyak banget ttapi banyak orang tidak interest atau concern,” beber Aji.





