SEMARANG, beritajateng.tv – Semarang, selain dikenal dengan keindahan wisata alamnya, juga menawarkan berbagai destinasi edukasi yang menarik. Di antaranya, bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu dan berbagai museum yang menyimpan banyak cerita.
Tempat-tempat bersejarah ini bisa menjadi pilihan objek wisata edukasi yang seru bersama keluarga atau teman. Berikut adalah informasi lengkap mengenai daftar museum bersejarah di Semarang, Jawa Tengah.
Wisata Edukasi Kota Semarang
Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah
Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah mencatat sejarah perkembangan agama Islam di wilayah ini. Terletak di lantai 2 dan 3 Tower Asmaul Husna di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah, yang berada di Jalan Gajah Semarang, museum ini menyimpan berbagai artefak.
BACA JUGA: 4 Daftar Wisata Edukasi Populer 2024, Lokasinya di Semarang Loh!
Koleksi tersebut meliputi Iluminasi Al Qur’an, Wayang Golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, gamelan, ornamen dua sisi, ornamen Masjid Mantingan, keramik, peninggalan Islam awal, artefak kapal dagang, dan miniatur Menara Kudus.
Semarang Contemporary Art Gallery
Semarang Contemporary Art Gallery telah berdiri sejak tahun 2001. Terletak di kawasan Kota Lama, gedung berlantai dua ini menampilkan arsitektur khas kolonial Belanda. Galeri ini cukup luas, memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin menikmati koleksi seni.
Anda dapat menikmati berbagai koleksi, termasuk patung, lukisan, dan karya seni lainnya yang menghiasi ruangan. Semua karya seni tersebut dapat Anda abadikan dengan kamera digital maupun ponsel.
Muri Museum Rekor Dunia Indonesia
Museum Rekor Dunia Indonesia berdiri atas inisiatif Jaya Suprana di kawasan industri Jamu JAGO, Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang, pada 27 Januari 1990.
Peresmian berlansung oleh Menko Polkam Soedomo dan Menko Kesra Soepardjo Roestam, dengan disaksikan oleh Ketua PMI Pusat Ibnu Soetowo dan Gubernur Jawa Tengah, HM Ismail.
Sejak saat itu, museum ini lebih terkenal dengan nama MURI, yang diberikan oleh Soepardjo Roestam saat upacara peresmian.
BACA JUGA: Kumpulan Destinasi Wisata di Cilacap Hits Buat Liburan Long Weekend!
Museum Kota Lama
Museum Kota Lama Semarang menyajikan sejarah Kota Semarang dan memamerkan artefak dari masa lalu. Dengan memanfaatkan teknologi layar 3D, museum ini memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman virtual yang menghidupkan kembali sejarah kota.
Terletak di Jl. Cendrawasih No. 1A, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, museum ini dulunya adalah air mancur Bundaran Bubakan yang berganti menjadi tempat pameran sejarah.
Museum Mandala Bhakti
Bangunan ini awalnya sebagai Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi untuk masyarakat Eropa di Semarang, sehingga tampilannya sangat formal dan kaku. Arsitek yang merancangnya adalah I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen.
Bangunan ini menghadap langsung ke jl. Pemuda, dengan lapangan Tugumuda (dahulu Wilhelmina plein) tepat di depannya. Berdasarkan periode karya Ir. Kuhr E. di Indonesia, diperkirakan bahwa bangunan ini berdiri sekitar tahun 1930. Pada 1950-an, bangunan ini berfungsi sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II.
BACA JUGA: 4 Wisata Edukasi Hits di Cilacap, Nikmati Momen Liburan Sekolah Sambil Belajar!
Museum Jamu Nyonya Meneer
Museum Jamu Nyonya Meneer adalah museum jamu pertama di Indonesia, berdiri pada 18 Januari 1984. Tempat ini bertujuan sebagai cagar budaya untuk melestarikan warisan leluhur dan menjadi sarana edukasi serta rekreasi bagi generasi muda.
Terdiri dari dua bagian, satu menyajikan produktivitas jamu secara tradisional, termasuk patung-patung yang menggambarkan proses produksi jamu, dan yang lainnya menampilkan koleksi pribadi Nyonya Meneer. Bangunan museum ini mengusung gaya rumah Jawa, dengan nuansa yang sangat terasa saat berada di dalamnya.
Museum Jawa Tengah Rangawarsita
Museum yang terletak di Jalan Abdurrahman Saleh ini adalah museum terlengkap di Semarang, dengan koleksi mencakup sejarah, alam, arkeologi, budaya, pembangunan, dan wawasan nusantara.
Pemilihan namanya sesuai pujangga Indonesia Ranggawarsita, yang terkenal dalam bidang filsafat dan budaya, museum ini memiliki luas tanah 1,8 hektare dan buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Terletak sekitar 3 km dari Tugumuda, museum ini dapat pengunjung akses dengan transportasi umum maupun pribadi.
Demikianlah informasi seputar beberapa rekomendasi wisata edukasi yang ada di Kota Semarang. (*)





