SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa sangka, kota Semarang ternyata memiliki sejumlah destinasi wisata religi dan bersejarah yang cukup terkenal.
Salah satunya adalah keberadaan makam seorang wali yang berperan penting dalam penyebaran Islam pada masanya.
Hingga kini, makam tersebut masih ramai oleh para peziarah. Menariknya, salah satunya merupakan makam tertua, sehingga selalu ramai oleh pengunjung.
Lalu, di mana saja lokasi makam-makam yang menjadi tujuan wisata religi sekitar Semarang? Berikut ini kami sajikan informasi lengkapnya.
Wisata Religi Kota Semarang
Makam Ki Ageng Pandanaran
Walaupun Ki Ageng Pandanaran hidup sezaman dengan para Wali Sanga, ia bukan bagian dari kelompok tersebut.
BACA JUGA: Daftar 5 Film Bertemakan Religi Cocok Buat Jadi Tontonan Ramadhan Nanti, Cek Judulnya Disini
Ia mendirikan pesantren dan aktif menyebarkan ajaran Islam sekitar wilayah yang saat itu mulai berkembang dan menjadi subur.
Di tengah wilayah subur tersebut tumbuh pohon asam yang letaknya terpencar-pencar (dalam bahasa Jawa adalah asem arang), sehingga daerah itu kemudian terkenal dengan nama Semarang.
Makam Wali Habib Toha Bin Yahya
Mbah Depok sebenarnya adalah seorang ulama bernama asli Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya. Ia berperan penting dalam penyebaran agama Islam sekitar wilayah Semarang.
Selain berdakwah, tokoh yang terkenal dengan sebutan Mbah Depok ini juga terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Portugis bersama pasukan Kerajaan Mataram.
Meski telah wafat sejak tahun 1799, nama Mbah Depok tetap melekat pada ingatan masyarakat, bahkan namabya menjadi nama salah satu jalan sekitar Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah.
Makam Kiai Sholeh Darat
Kiai Sholeh Darat terkenal sebagai seorang ulama terkemuka yang menyandang berbagai gelar kehormatan, salah satunya al-‘alim, al-allamah, al-habib Syekh Muhammad Sholeh As-Samarani al-Jawi asy-Syafi’i.
Beliau lahir sekitar Jepara, tepatnya di Dusun Kedung Jemblong, Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Makam Syekh Jumadil Kubro
Kontroversi mengenai lokasi makam Syekh Jumadil Kubro muncul karena beliau pernah melakukan pertapaan di kawasan Bergota, Semarang.
BACA JUGA: Daftar 3 Film Animasi Bertemakan Religi, Cocok jadi Tontonan Anak saat Bulan Ramadhan
Ada pula yang meyakini bahwa makamnya berada sekitar lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Turgu, dekat dengan kaki Gunung Kawatsu.
Meski begitu, sebagian besar masyarakat mempercayai bahwa makam Syekh Jumadil Kubro terletak sekitar kompleks pemakaman Jalan Yos Sudarso No. 1, Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Semarang.
Berdasarkan cerita turun-temurun dari warga setempat, makam ini pertama kali tengah area tambak sekitar tahun 1970.
Pada masa itu, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kelurahan Terboyo Kulon masih berupa rawa dan tambak.
Makam tersebut awalnya hanya tampak sebagai gundukan tanah dengan dua patok kayu sepanjang kurang lebih empat meter.
Konon, menurut kisah yang beredar, makam Syekh Jumadil Kubro pernah ditutupi dengan sebuah perahu.
Makam Habib Muhammad Ba’abud
Habib Muhammad bin Abdullah bin Husein Ba’abud terkenal sebagai seorang waliyullah yang semasa hidupnya memiliki banyak karomah.
Makam beliau termasuk salah satu situs pemakaman tua yang terletak sekitar wilayah utara Semarang.
Habib Muhammad merupakan keturunan langsung dari Rasulullah SAW dan diyakini menetap di Kelurahan Dadapsari sekitar abad ke-18.
Ia wafat pada tanggal 21 Ramadhan 1212 Hijriyah, yang bertepatan dengan 9 Maret 1798 Masehi. Jenazah beliau dimakamkan di kawasan Mushola Nurul Karomah, Kampung Kalicilik Pace, berdampingan dengan makam Syarifah Alawiyyah. (*)





