BACA JUGA: Soroti Proyek Geothermal, Pakar Lingkungan SCU Beberkan Dampak Lingkungan di Permukiman Padat Penduduk
Sebelum proyek terlaksana, Komisi D DPRDP Jawa Tengah meminta Kementerian ESDM untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah terdampak.
“Sudah ada surat penugasan kepada PT PLN untuk melaksanakan proyek tersebut. Nah, itu kita minta ke ESDM agar langsung berkomunikasi dengan masyarakat, utamanya yang ada di lingkungan Kabupaten Semarang dan Kendal, yang mereka khawatir terdampak dengan adanya proyek tersebut,” kata Nur Saadah.
Dia mengatakan, Kementerian ESDM menyanggupi permintaan tersebut. Komisi D juga meminta agar Dinas ESDM Provinsi, DPRD Provinsi, serta masyarakat harus terlibat dalam pertemuan yang membahas rencana geothermal.
Pertemuan tersebut harus menyasar kepada masyarakat yang tinggal di wilayah Gunung Ungaran, seperti Kabupaten Semarang, Kendal, dan sekitarnya. Masyarakat punya hak menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mereka.
“Mereka [ESDM] datang ke lokasi, kami minta mereka menemui masyarakat yang ada di lokasi,” kata Nur Saadah.
Belum Ada Jadwal Pertemuan Kementerian ESDM dengan Masyarakat
Hingga kini, Nur Saadah mengatakan, pertemuan antara pihak terkait dengan masyarakat tersebut belum ada jadwal. Komisi D DPRD Jawa Tengah akan kembali menanyakan agenda tersebut apabila dalam waktu dekat belum ada kepastian.
“Makanya kami tunggu kapan akan teragendakan. Kalau memang lama tidak ada kabar, ya nanti kami tanyakan lagi agar segera terjadwalkan pertemuannya,” ucap dia.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Dapat Kartu Merah dari Warga Jateng: Jawa Tengah Ora Didol, Save Gunung Ungaran
Dia berharap pertemuan tersebut segera terlaksana, sehingga masyarakat, termasuk Aliansi Jateng Guyub, dapat terlibat langsung dalam pembahasan.
“Kami tunggu ya. Semoga ini nanti akan segera terselenggara sehingga masyarakat, teman-teman Jateng Guyub itu nanti bisa terlibat di dalam pertemuan tersebut,” kata Nur Saadah. (*)
Editor: Diaz A Abidin





