SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan hektare lahan yang ada di kawasan perbukitan Kaliputih, wilayah Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang hangus terbakar.
“Untuk area lahan perbukitan yang terdampak dan terbakar luasannya mencapi sekitar 70 hektare. Rumput, semak dan fegetasi ikut hangus terbakar,” Kasi Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Hisyam Alwi, Jumat, 25 September 2026.
Hisyam mengatakan, kronologi kebakaran lahan perbukitan tersebut mulanya warga setempat ketahui mulai terjadi pada Kamis jelang petang, 24 September 2026.
Hisyam bilang, kebakaran lahan tersebut masyarakat laporkan kepada petugas pemadam kebakaran pada Kamis petang, setelah maghrib. Tepatnya sekitar pukul 18.25 WIB.
BACA JUGA: Lari 150 KM Gunung Lawu – Kantor Gubernur Jateng, Forum Rakyat Tolak Proyek Geothermal
Berdasarkan asesmen, pemicu kebakaran dugaannya karena adanya warga yang membuka lahan dengan cara membakar.
Akan tetapi, api belum dipastikan padam namun sudah ditinggalkan. Sehingga saat tertiup angin masih bisa menyala dan berkobar hingga akhirnya meluas.
Dia bilang, sumber api awalnya jauh dari kawasan pemukiman. Akan tetapi, api yang membakar rumput serta semak kering tersebut cepat meluas.
“Sehingga kobaran api yang terus meluas tersebut nyaris menjangkau kawasan pemukiman warga. Di mana lokasinya relatif dekat dengan perbukitan Kaliputih,” kata Hisyam.
BACA JUGA: Rencana Pemerintah Ngebor 19 Titik Geothermal di Jawa Tengah Terungkap
Dia mengatakan, upaya pemadaman kebakaran lahan melibatkan personel gabungan. Di antaranya dari Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD Kabupaten Semarang, dan lainnya unsur masyarakat.
Proses pemasaman api, kata Hisyam, membutuhkan waktu lebih dari dua jam guna. Lintas pihak bahu-mambahu memadamkan kobaran api.
“Kami bahu- membahu memadamkan dan mencegah agar api tidak sampai ke pemukiman,” ucapnya.
Kebakaran Meluas
Hasyim mengatakan, saat regu anggota Damkar Kabupaten Semarang tiba di lokasi, kebakaran sudah meluas dan mulai mengarah ke arah kawasan pemukiman warga.




