“Penempatan ASN, terutama di daerah 3T harus di sertai dengan insentif yang layak, peluang pengembangan karier yang adil. Serta infrastruktur yang mendukung agar mereka bisa bekerja dengan optimal dan hidup dengan layak,” katanya.
CPNS sering disebut sebagai pekerjaan idaman, sekarang sudah tidak begitu?
Ekonom Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) Shofie az Zahra mengatakan bahwa generasi muda lebih mengutamakan fleksibilitas kerja, peluang berkembang dan kompensasi yang sebanding dengan kerja dan kualitas hidup.
BACA JUGA: Soal Warga Boyolali Gagal Masuk CPNS Karena Tinggi Badan Kurang 0,5 Cm, BKD: Kita Ikut Aturan
Sedangkan dulu, PNS identik dengan stabilitas, jaminan pensiun, dan status sosial.
Fenomena ini, sambung Shofie, bisa menjadi aspek yang baik karena mencerminkan meningkatnya aspirasi dan ekspektasi profesional generasi muda yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. (*)





