SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah situasi wilayah Kabupaten Semarang yang terus terjaga kondusifitasnya, beredar sebuah video segerombolan pemotor, yang di antaranya membawa senjata tajam.
Berdasarkan narasi dalam unggahan video yang beredar di media sosial itu, segerombolan pemotor yang umumnya merupakan para remaja, terekam saat melintas di ruas Jalan Jenderal M Sarbini atau Jalan Lingkar Ambarawa (JLA), Kabupaten Semarang.
Namun perekam video tidak dapat menunjukkan ke mana tujuan akhir rombongan pemotor tersebut. Kecuali keterangan gambar yang tertulis “info awal rombongan wong ngarit di jalan lingkar Ambarawa sekitar pukul 01.20 wib dini hari”.
Video ini diunggah di salah satu media sosial sekitar pukul Sabtu, 13 September 2025 dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Video ini telah mendapat views dan likes lebih dari 2.053 kali.
BACA JUGA: Gelar Operasi Aman Candi, Polres Salatiga Bekuk Pelaku Premanisme: Tindak Aniaya-Ancaman Sajam
Merespon beredarnya video ini, jajaran Polres Semarang menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan patroli malam, dalam upaya memelihara kamtibmas di wilayah hukumnya.
“Polres Semarang terus meningkatkan kegiatan pencegahan gangguan Kamtibmas, salah satunya Patroli malam hari,” ungkap Kasi Humas Polres Semarang, Iptu Budiyono.
Ia juga mengakui, setelah pengecekan terhadap video tersebut, benar bahwa ada salah satu pengendara yang membawa senjata tajam sejenis celurit panjang.
Maka Polres Semarang tidak akan mentolerir seseorang membawa Senjata tajam untuk mengganggu kondusifitas wilayah di Kabupaten Semarang.
“Siapa pun yang melakukan hal tersebut akan mendapatkan konsekuensi ancaman pidana, sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tegasnya.
BACA JUGA: Pengacara Robig Singgung UU Darurat Usai Rekonstruksi: Anak-anak Bawa Sajam, Hukum Atau Tidak?
Polres Semarang juga mengimbau kepada masyarakat apabila melihat atau mengetahui kejadian yang dapat menggangu Kamtibmas, untuk segera melapor ke Layanan Polisi 110 agar mendapatkan respon cepat.
“Sedangkan terkait dengan beredarnya rekaman video tersebut, Polres Semarang akan melakukan penelusuran terhadap kelompok remaja tersebut,” tambah Budiyono. (*)
Editor: Farah Nazila





