SEMARANG, beritajateng.tv – Rumah Harapan Indonesia (RHI) cabang Semarang terus menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan dukungan dan menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak-anak. Khususnya dalam menghadapi tantangan kesehatan.
Hadir di Semarang sejak 2017, RHI Semarang merupakan rumah singgah bagi warga dari luar Semarang yang menjalani pengobatan di rumah sakit Semarang. Hal tersebut dijelaskan oleh Pratama Ilham, salah satu relawan RHI Semarang.
“RHI itu yayasan sosial yang membantu anak-anak kurang beruntung dalam segi kesehatan. Jadi kami menampung adik-adik yang kurang beruntung, seperti menderita kanker, leukimia, kelainan jantung, dan sebagainya,” kata Pratama kepada beritajateng, Rabu 10 Mei 2023.
BACA JUGA: RHI Semarang Peringati World Cancer Day 2023 dengan Diskusi Deteksi Dini Kanker
Tama menjelaskan teknis RHI. Menurutnya, saat ada pasien yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan mendapat rujukan perawatan di RSUP Dr. Kariadi, di situlah peran RHI Semarang muncul. RHI Semarang konsisten menyediakan rumah singgah bagi pasien dan keluarganya selama melakukan perawatan di Kota Semarang.
Tak terbatas menyediakan rumah singgah, RHI Semarang juga membantu transportasi pasien dari rumah singgah menuju RSUP Dr. Kariadi dan sebaliknya. Bahkan beberapa relawan seringkali menyempatkan waktu untuk menjenguk pasien langsung di rumah sakit.
Enam Tahun Perjalanan RHI Semarang
RHI Semarang baru saja merayakan hari jadi yang ke-6 pada 6 Mei 2023 lalu. Acara berlangsung di Jalan Puspowarno IX No 1, Semarang dengan tajuk Sharing Love, Growing Hope. Hadir dalam acara tersebut donatur RHI, orang tua dari anak dampingan, dan beberapa komunitas mahasiswa dari Semarang.
Berkolaborasi dengan Jingga Agency yang beranggotakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, RHI mengajak masyarakat untuk peduli dan menumbuhkan kasih sayang serta perhatian kepada sesama yang lebih membutuhkan.
“Harapannya RHI dapat semakin besar lagi, bisa membantu anak-anak lagi dari daerah-daerah untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih layak. Selain itu, bisa menyediakan rumah transit yang lebih baik,” harap Tama.





