Agung juga menyebut kondisi ekonominya tidak memungkinkan untuk memperbaiki rumah secara mandiri, mengingat ia hanya bekerja sebagai buruh pencari rumput untuk pakan ternak milik orang lain.
“Kami benar-benar berharap ada bantuan dari pemerintah. Kalau harus memperbaiki sendiri, kami tidak sanggup,” ujarnya haru.
BACA JUGA: Soal Viralnya SMK di Purwokerto Wisuda Bak Sarjana, Dinas Pendidikan Jateng Angkat Bicara
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara warga dan pemerintah desa dalam menangani persoalan sosial secara adil dan tepat sasaran.
Kades Alik menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan survei lapangan jika memang rumah tersebut layak masuk dalam daftar penerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).





