Kuliner

Sajian Berbagai Menu Nusantara Resep Bung Karno di Festival Mustika Rasa Semarang

×

Sajian Berbagai Menu Nusantara Resep Bung Karno di Festival Mustika Rasa Semarang

Sebarkan artikel ini
Kuliner khas Banyumas resep Mustika Rasa inisiasi Bung Karno di Festival Mustika Rasa Kota Lama Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 45 peserta dari berbagai hotel, resto dan catering di Kota Semarang unjuk kebolehan menyajikan warisan dapur Indonesia otentik Berdasarkan Resep -resep Mustika Rasa.

Buku Mustika Rasa bukan sekadar buku resep. Terbit pertama kali pada 1967 atas inisiatif Presiden Soekarno, karya ini adalah kompendium kuliner dari seluruh penjuru nusantara.

Pada buku itu ada lebih dari 1.200 resep makanan, minuman, hingga jamu tradisional. Oleh Departemen Pertanian kemudian mendokumentasikan kekayaan rasa bangsa itu dalam sebuah karya buku.

BACA JUGA: Catat! Kota Semarang Hadirkan Resep Bung Karno dalam Festival Mustika Rasa

Buku itu menjadi fondasi dalam kegiatan bertema Lokal Go Internasional Festival Mustika Rasa di Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu, 28 Juni 2025.

Kegiatan Mustika Rasa di Kota Lama Semarang memghadirkan 45 Perwakilan dari Hotel dan Restoran di Kota Semarang, dengan menunjukan menu remake dari Mustika Rasa.

Salah satu stan yang menarik perhatian datang dari Hotel Ciputra Semarang. Chef Zanuar dari Hotel Ciputra Semarang menyajikan tiga hidangan khas Banyumas: Soto Banyumas, Mendoan dan Getuk goreng.

“Kami dapat undian makanan khas Banyumas. Ada tiga item yang kita sajikan. Mulai dari apetizernya ada mendoan. Ini khasnya Sukaraja. Ada Soto atau Sroto Sukaraja yang identiknya adalah sambel kacang serta getuk goreng khas sukaraja,” kata dia.

Menurut dia, Mustika Rasa ini menjadi event
besar Kota Semarang yang menyajikan hidangan khas Nusantara yang terdiri dari ujung Barat sampai ujung Timur Indonesia.

“Ini menjadi kesempatan untuk promosi Ciputra Kota Semarang agar di kenal tak hanya warga Semarang, namun Jawa Tengah, bahkan hingga nasional dan Internasional,” kata Zanuar.

Sajian Berbagai Menu Nusantara Resep Bung Karno di Festival Mustika Rasa Semarang
Aneka hidangan khas Betawi stand Aston Inn Pandanaran Semarang resep nusantara di Festival Mustika Rasa Kota Lama Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Executive Chef di Aston Inn Pandanaran Semarang, Ganjar Tri Saputra menyebut festival ini untuk mengenang sosok Bung Karno yang membuat buku resep nusantara.

“Mustika rasa menampilkan makanan Nusantara. Aston Inn Pandanaran kebagian masakan betawi. Untuk appetizer ada asinan Betawi, maincourse-nya semur daging kentang dan dessertnya ada es selendang mayang,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dalami Semangat Juang Presiden Pertama RI Lewat Pameran Lukisan Bung Karno di Oudetrap

Sementara itu, Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut resep-resep kuliner dalam Festival kali ini berasal dari resep Mustika Rasa

Agustina juga mengapresiasi festival Mustika Rasa yang menghadirkan sajian-sajian chef hotel berbintang di Semarang.

“Harapan saya mereka dapat memberikan inspirasi dari resep yang ada di buku Mustika Rasa. Ini kan bu ku jadul, zaman pemerintahannya Bung Karno yang diinisiasi Bung Karno dan dikeluarkan oleh Kementerian Pangan,” papar Agustin.

Resep masakan Indonesia, menurut Agustin tak kalah dengan makanan-makanan dari luar negeri.

“Sebenarnya (resep ini) bisa menjadi sajian di hotel Internasional. Dengan memperkenalkan resep ini kepada para Chef di hotel berbintang. Berarti ini sama dengan kita meminta chef membangkitkan nasionalisme dan menyampaikan resep ini kemeja makan. Hal ini agar resep ini bisa diterima di Internasional,” imbuhnya.

Agustin mencontohkan, masakan padang seperti rendang yang telah diterima dunia Internasional. Selain itu ada gudeg, gado-gado bahkan nasi goreng mulai mendunia.

“Saya berharap makanan-makanan ini bisa masuk ke hotel-hotel bintang lima dan dikenal di Internasional. Itulah mimpi saya,” ujarnya.

Bukan hanya soal rasa, Festival Mustika Rasa ini membawa semangat memulihkan dan mempopulerkan resep-resep asli Indonesia yang nyaris tergerus oleh tren global. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp