SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan kabar gembira bagi para pekerja. Tarif angkutan umum Trans Jateng bagi buruh kini hanya Rp1.000, turun dari sebelumnya Rp2.000.
Subsidi tarif Trans Jateng untuk buruh ini menjadi bagian dari program pemerintah menyambut Hari Buruh atau May Day.
Luthfi menyatakan, penurunan tarif ini tidak hanya berlaku di Trans Jateng, tetapi juga akan diperluas ke moda transportasi lain. Trans Semarang termasuk yang bakal ikut program serupa.
“Pekerja, pelajar, lansia, hingga penyandang disabilitas, tarifnya tetap Rp1.000,” ungkapnya, Selasa, 29 April 2025.
BACA JUGA: Hampir 50 Persen Warga Beralih Naik Bus Trans Jateng, Rute Wonogiri Jadi Primadona
Selain subsidi transportasi, Luthfi juga menggagas dua program lainnya. Pertama, pembangunan fasilitas penitipan anak di setiap kawasan industri. Fasilitas ini akan membantu buruh yang memiliki balita agar tetap bisa bekerja tanpa khawatir.
“Kalau orang tua kerja, anaknya siapa yang rawat? Maka tiap perusahaan wajib sediakan ‘daycare’ gratis,” tegasnya. Ia ingin buruh merasa nyaman dan tenang saat bekerja karena anak-anak mereka ditangani dengan baik.
Program ketiga berkaitan dengan penguatan koperasi buruh. Luthfi mendorong koperasi mampu menyalurkan bahan pokok langsung dari produsen. Tujuannya agar harga lebih murah dan terjangkau oleh seluruh anggota.
BACA JUGA: Berlaku Mulai 1 Januari 2025, Ini Jam Operasional Baru BRT Trans Jateng, Lebih Malam!
“Beras harus ambil langsung dari penggiling padi. Cabai dari petani. Supaya harga tetap rendah,” jelasnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesejahteraan buruh dalam jangka panjang.
Ketiga program tersebut menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pekerja. Gubernur berharap kebijakan ini bisa meningkatkan kualitas hidup para buruh di Jawa Tengah.
Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain agar pelaksanaan berjalan maksimal. (*)





