“Tradisi ini biasanya orang Tionghoa lakukan di rumah orang tua terdekat. Karena, biasanya banyak anggota keluarga yang datang, sehingga perlu banyak meja yang susunannya memanjang,” katanya.
“Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu demi terwujudnya keharmonisan dan kerukunan,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, juga berlangsung peresmian mural yang mencerminkan kehidupan dan kerukunan umat beragama di Pecinan Semarang. Tujuannya ialah juga untuk mempercantik kawasan tersebut serta mengurangi daerah kumuh di sekitarnya. (*)





