“Alih- alih hanya untuk mengisengi teman, maka akan lebih baik para santri membuat konten- konten kreatif dan positif guna ikut mengampanyekan antibullying atau konten lain yang lebih bermanfaat,” tandas Kiki, sapaan akrab Kusfitiria Marstyasih dalam pelatihan yang diikuti para santri dan santriwati Pondok Pesantren Giri Kusumo, Mranggen, Kabupaten Demak ini.
Sementara itu, Communication for Depelopment Officer Unicef Indonesia, Emeralda Aisha berharap, para santri dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan mengikuti workshop sehari ini.
Ia juga menyebut, para santri dan pondok pesantren dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas, khususnya dalam menyebarkan pesan- pesan kebaikan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Sehingga, pesantren akan berperan dan berkontribusi yang besar di era digitalisasi seperti sekarang ini, melalui penyajian konten-konten yang positif dan menarik,” tandasnya.(Ak/El)





