HeadlineNews UpdatePendidikan

SDN 03 Ngaliyan Jadi Pelopor Pertama Sekolah Dasar Urban Farming di Semarang

×

SDN 03 Ngaliyan Jadi Pelopor Pertama Sekolah Dasar Urban Farming di Semarang

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang mengukuhkan petani kecil dan detektif pangan di SD Negeri 03 Ngaliyan Semarang, Senin (13/3/2023) . (Ellya - beritajateng.tv)

SEMARANG, 13/3 (beritajateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mendorong kegiatan urban farming khususnya di Sekolah Dasar yang berada di Kota Semarang.

Sebagai perlopor Urban Farming Sekolah Dasar pertama di Kota Semarang, SD Negeri 03 Ngaliyan mengukuhkan 250 siswanya, dari kelas 1 hingga 6 menjadi petani cilik dan detektif pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengapresiasi upaya mengenalkan persoalan pertanian dan pangan kepada siswa siswi dan orang tua murid khususnya di SD Negeri 03 Ngaliyan, Kota Semarang.

“Apresiasi yang tinggi kami berikan kepada bapak ibu guru dan perintis di SD Negeri 03 Ngaliyan, bahwa ada petani dan detektif pangan program dari Dinas Ketahanan Pangan,” tuturnya di SD Ngaliyan 03 Semarang.

Menurut Hernowo, ini merupakan salah satu kolaborasi untuk bergerak bersama dalam kedaulatan pangan yang ada di Kota Semarang.

“Kita sadar betul, bahwa negara tidak akan kuat jika ketahanan pangan dan pertaniannya tidak kuat, tidak semata mata hanya menanam tetapi bagaimana caranya juga untuk mengolahnya,” ujarnya.

Ia berharap program seperti ini dapat dikembangkan bersama untuk disemua lembaga pendidikan yang ada, untuk dipertanian sendiri sudah memiliki argo wiyata, untuk nak-anak yang minat dibidang pertanian.

“Dengan program Petani Kecil ini, akan mejadi bagian penting dalam melakukan pembinaan dan pengenalan terhadap pertnian,” katanya.

Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Semarang, Bambangg Pramusinto juga menyambut baik upaya SD N 03 Ngaliyan menjadi pelopor dan perintis petani kecil dan detektif kecil di Kota semarang.

“Kegiatan ini akan menjadi penyemangat SD lain yang ada di Kota Semarang, karena itu salah satu upaya, menjadikan Kota semarang menjadi tangguhh pangan,” tuturnya.

Ia meminta, orang tua untuk memberikan dorongan, sehingga petani kecil dan detektif pangan dapat berkembang, selain itu dapat menjadi percontohan untuk sekolah lain.

“Dengan adanya petani kecil dan detektif pangan, akan meningkatkan kualitas pangan di lingkungan sekolah semakin maksimal,” pungkasnya.