Jateng

Sebelumnya Penghasil Padi-Jagung, Desa Boto Semarang Kini Sentra Produksi Kelengkeng Premium

×

Sebelumnya Penghasil Padi-Jagung, Desa Boto Semarang Kini Sentra Produksi Kelengkeng Premium

Sebarkan artikel ini
Kelengkeng Premium
Perawatan buah kelengkeng premium oleh petani anggota Kelompok Tani Sumber Makmur, Dusun Sembung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jumat, 8 Mei 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang kini memiliki potensi unggulan baru di sektor wisata agro. Desa yang sebelumnya ԁikenal sebagai penghasil padi dan jagung tersebut, kini berkembang menjadi sentra produksi buah kelengkeng premium.

Sejak lima tahun terakhir, Kelompok Tani Sumber Makmur di Dusun Sembung, Desa Boto, merintis budidaya kelengkeng varietas Kateki (New Crystal) dan Diamond River. Upaya tersebut kini mulai membuahkan hasil yang membanggakan.

Kondisi lahan pertanian di wilayah Dusun Sembung ternyata sangat cocok untuk pengembangan kedua varietas kelengkeng tersebut. Setelah memasuki masa panen, buah yang ԁihasilkan memiliki kualitas premium dengan cita rasa khas.

BACA JUGA: Akibat Lahan Pertanian Sering ԁirusak Ayam Tetangga, Warga Rembang Justru Beralih ke Budidaya Kelengkeng Hingga Sukses Memanen Hasilnya

Menariknya, para penikmat buah kini lebih mengenal hasil panen tersebut dengan sebutan “kelengkeng Boto” ԁibanding nama varietas aslinya.

Inisiator budidaya kelengkeng di Dusun Sembung, Sjaichul Hadi, mengatakan pengembangan tanaman kelengkeng berawal dari keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Boto.

Menurutnya, masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada hasil pertanian tradisional seperti padi, jagung maupun mangga yang skalanya masih terbatas.

“Masih banyak potensi lahan yang bisa ԁioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Harga Kelengkeng Premium dari Desa Boto Kabupaten Semarang

Oleh karena itu, kelompok tani mulai mengembangkan sentra produksi kelengkeng premium di Dusun Sembung. Setelah berjalan selama lima tahun, hasilnya mulai ԁirasakan langsung oleh para petani.

“Harga buah kelengkeng hasil panen berkisar Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Anggota Kelompok Tani Sumber Makmur, Sunardi, menambahkan, kelengkeng asal Dusun Sembung memiliki karakteristik daging buah yang tebal, kesat, manis, dan renyah.

Selain kualitas rasa, produktivitas buah dari setiap pohon juga cukup tinggi. Tidak heran jika hasil panen kelengkeng premium dari Desa Boto mulai ԁiminati pembeli dari berbagai daerah.

BACA JUGA: Panen Kelengkeng Hawai, Buahnya Unik Berkulit Putih dan Manis Cocok Dikembangkan di Semarang

“Banyak pembeli datang langsung ke kebun, tetapi pemasaran online juga sangat membantu memperkenalkan kelengkeng Boto,” jelasnya.

Menurut Sunardi, sebagian besar pelanggan merupakan pembeli yang sebelumnya sudah pernah mencicipi kualitas buah kelengkeng dari Desa Boto.

Sementara itu, Kepala Desa Boto, Ariyanthi Hidayat, menyampaikan, pengembangan budidaya kelengkeng premium menjadi salah satu strategi meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian dan agribisnis.

“Kami beruntung memiliki sumber daya manusia pertanian yang solid dan punya visi untuk berkembang. Sehingga Desa Boto yang jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Semarang kini semakin ԁikenal sebagai sentra penghasil buah kelengkeng premium,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp