Puncak acara berlangsung pada Minggu, 25 Mei 2025 pagi berupa arak-arakan sesaji berupa kepala sapi dan hasil bumi yang kemudian dilarung ke tengah laut.
Kegiatan berakhir dengan pagelaran wayang kulit dan pengajian akbar pada Senin, 26 Mei 2025.
Suasana penuh khidmat dan semarak terasa di sepanjang pesisir. Nelayan dan warga berpartisipasi aktif dalam arak-arakan, diiringi tabuhan gamelan dan semangat gotong royong.
Tidak hanya masyarakat lokal, sejumlah wisatawan dari luar Semarang juga turut memadati kawasan Tanjung Emas untuk menyaksikan kekayaan tradisi budaya pesisir tersebut. (*)
Editor: Elly Amaliyah





