SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah orang tua di Kota Semarang enggan mengikutsertakan anaknya menerima vaksinasi polio.
Peristiwa penolakan itu terjadi saat vaksinasi polio di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Selasa 16 Januari 2024.
Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rowosari, Mukti Setiawan membenarkan adanya penolakan tersebut. Dia mengatakan, sejumlah orang tua telah pihaknya edukasi, tetapi upayanya itu tetap berakhir dengan penolakan.
“Iya, memang benar, beberapa guru mengatakan ada orangtua yang menolak diimunisasi. Kami buatkan formulir tanda tangan penolakan kepada orang tuanya karena tetap tidak mau. Meski sudah kami beri edukasi,” kata Mukti, Kamis 18 Januari 2024.
Mukti menuturkan, penolakan tersebut terjadi sehari setelah pelaksanaan imunisasi serentak dilakukan di Kota Semarang pada Senin 15 Januari 2024 lalu.
Menurutnya, alasan orang tua yang menolak anaknya mendapat imunisasi karena ia menganggap tetap sehat tanpa vaksin polio.
“Kemarin tidak ada pas hari pertama. Alasan mereka menolak imunisasi karena semacam aliran. Mereka mengaku anaknya tidak butuh vaksin dan tetap sehat tanpa vaksin,” katanya.
Mukti tak merinci jumlah orang tua yang melakukan penolakan. Termasuk juga tidak menjelaskan secara rinci aliran yang di anut oleh para orang tua penolak imunisasi polio.
Warga Semarang Tolak Vaksinasi Polio
Dengan adanya penolakan tersebut, pihaknya mendata capaian vaksinasi polio tidak bisa mencapai 100 persen.
“Saya tidak tahu, tetapi lingkungan kami memang ada seperti itu dan banyak. Rata-rata hanya 95 persen yang mau mendapat vaksin,” tuturnya.
Kendala selain penolakan, kata Mukti, karena terdapat anak yang sakit. Kendati begitu, pihaknya tetap memberikan pelayanan vaksinasi setelah calon penerima vaksi polio sembuh.
“Ada yang belum menerima vaksin tetapi bukan menolak. Mereka lagi sakit jadi tidak bisa kami vaksin,” ujarnya.
Sedikit informasi, imunisasi polio di Kota Semarang menyasar sebanyak 202.956 anak. Vaksin Polio untuk usia anak dari 0 – 7 tahun 11 bulan 29 hari tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Pelaksanaan imunisasi polio ini juga berlangsung serentak di 35 daerah di Jawa Tengah. Sub Pekan Imunisasi Nasional (SubPIN) polio oleh Kementerian Kesehatan setelah muncul satu kasus positif polio di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. (*)
Editor: Elly Amaliyah





