MAGELANG, beritajateng.tv – Gunung Andong merupakan salah satu destinasi pendakian yang sangat ramai orang kunjungi ketika libur akhir pekan.
Sekilas memang terlihat cukup ekstrim namun ternyata Gunung Andong terbilang sangat ramah untuk orang kunjungi khususnya bagi pendaki pemula.
Berikut ini informasi lengkapnya mengenai Gunung Andong yang berlokasi di Desa Ngablak dan Desa Tlogorejo, Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
Gunung tersebut memiliki ketinggian kurang lebih mencapai 1.726 MDPL.
Lantaran bentuknya yang nyaris menyerupai punggung sapi, sehingga sebutannya ialah Andong.
BACA JUGA: Awas! 5 Gunung Ini Berbahaya untuk Para Pendaki, yang Terakhir ada di Pulau Jawa
Syarat Mendaki Gunung Andong
Adapun beberapa syarat yang harus para pendaki penuhi, salah satunya yaitu menunjukkan tanda pengenal.
Selain itu juga perlu mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang sudah terterapkan sebelumnya ketika Covid-19.
Bagi yang ingin berkemah di puncaknya maka perlu membatasi kapasitas tenda menjadi 50% dari kapasitas semestinya.
Selain itu juga posisi tenda yang harus berjarak kurang lebih 1 meter dengan tenda lainnya.
Untuk sampai di puncak Andong, para pendaki bisa memulai jalur pendakian dari beberapa tempat.
Dalam hal ini terdapat enam tempat yang menjadi titik awal mula para pendaki berangkat menuju puncak.
BACA JUGA: Tak Biasa, Gunung Telomoyo Tawarkan Rute Pendakian Pakai Kendaraan, Emang Bisa?
Tersedia pula berbagai fasilitas yang boleh jadi para pendaki butuhkan.
Salah satunya seperti yang ada di Basecamp Taruna Jaya. Tersedia fasilitas masjid, toilet, warung makan, dan perlengkapan alat daki.
Perlu diketahui bahwa Gunung Andong sendiri memiliki empat puncak yang lokasinya membentang dari barat ke timur.
Keempat puncak tersebut dikenal dengan nama Puncak Jiwa, Puncak Makam, Puncak Andong, dan yang terakhir Puncak Alap-Alap.
Harga tiketnya sangatlah murah yaitu kisaran Rp2.000 s.d. Rp10.000, tidak terhitung dengan biaya parkir.
Bagaimana, tertarik melakukan pendakian ke Gunung Andong? Demikianlah informasi mengenai gunung tersebut. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





