Selesaikan Sengketa Lahan, Menteri ATR/BPN: Apapun Bentuk Sertifikat Bisa Untuk Agunan Bank

BLORA, 8/10 (BeritaJateng.tv) – Sengketa tanah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Wonorejo, Tegalrejo, Sarirejo dan Jatirejo sudah bertahun-tahun belum juga terselesaikan.

Lahan seluas 82 hektar yang dulu milik Perhutani dan sudah ditukar guling menjadi milik Pemerintah Kabupaten Blora ini, sudah bertahun tahun ditempati warga sejak 1947 sampai sekarang.

Sebanyak 1300 Kepala Keluarga (KK) hanya bisa menempati saja sebagai hak pakai, yang tiap tahunnya membayar pajak.

Kedatangan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto ke pondok pesantren Al Muhammad Cepu ini, diharapkan warga bisa menjadi titik terang bagi warga untuk memperoleh sertipikat sebagai pemilik lahan yang sudah ditempatinya mulai dari nenek moyangnya.

Seperti Karminingsih (42) warga Wonorejo ini, mengaku sudah menempati rumah seluas 200an meter, warisan dari cicitnya, hanya bisa menempati saja tidak bisa memiliki.

Ia berharap kedatangan Hadi Tjahjanto ini, bisa memberi solusi baginya dan warga lainya.

“Saya pingin ketemu pak Menteri, agar bisa mensertipikatkan tanah saya. Saya menempati sejak lahir 1980, warisan dari cicit, ” katanya, Sabtu (8/10/2022).

Hadi Tjahjanto ketika berdialog dengan warga di dalam masjid milik pondok pesantren Al Muhammad mengatakan mulai hari ini, ia meyakinkan kepada warga sebanyak 1300 KK akan segera dapat sertipikat, apapun bunyi sertipikat itu yang penting bisa digunakan sebagai agunan di Bank.

Ia menunjuk langsung Bupati Blora Arief Rohman Dan Kepala BPN, untuk segera menginfentarisir dan menerbitkan sertipikat hak guna bangunan kepada warga.

“Pak Bupati segera inventarisasi warga, buatkan sertipikatnya, sanggup pak Bupati, ” ucap Hadi.

Tak hanya itu, Hadi meminta untuk lahan yang ditempati Pondok Pesantren dan fasilitas umum lainya langsung dihibahkan kepada pengelola nya.

Sementara Bupati Blora Arief Rohman mengatakan akan segera menindaklanjuti sesuai arahan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto. Target sertipikat tiga bulan mendatang sudah bisa ditangan pemilik masing masing.

“Kita akan segera infentarisir, sesuai arahan pak Menteri. Semoga bisa dimanfaatkan warga nantinya, ” katanya. (Ak/El)

Leave a Reply