“Prestasi ini harus Pemkot pertahankan dan tingkatkan. Penghargaan ini sebagai acuan dalam pelayanan masyarakat. Adanya penghargaan maupun tidak program-program harus tetap berjalan sesuai dengan perencanaan,” tuturnya.
Sedikit informasi, Kemenpan-RB saat ini tengah menyusun arah kebijakan reformasi birokrasi di masa depan. Yang berfokus pada transformasi digital untuk mewujudkan birokrasi digital.
Melalui penghargaan tersebut, harapannya dapat memberikan motivasi kepada instansi pemerintahan untuk melakukan terobosan reformasi birokrasi yang efektif dan efisien. Reformasi birokrasi sendiri merupakan bagian dari proses pembangunan yang memainkan peran penting dalam pencapaian tujuan bernegara.
Sebagai mandat dari program nasional, reformasi birokrasi menjadi faktor pendorong untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan nasional dengan lebih cepat.
Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia 1945.
Mbak Ita menyatakan bangga dan bersyukur karena penghargaan tersebut hanya 12 kota di seluruh Indonesia yang meriahnya.
Mbak Ita berharap, penghargaan tersebut akan memberikan semangat bagi masyarakat dan juga jajaran Pemkot Semarang untuk bersama-sama meningkatkan kinerjanya.
“(Capaian) ini kan harus dipertahankan, mengingat tematik ini menyangkut stunting, kemiskinan ekstrem, inflasi dan juga investasi. Tentunya indikator-indikator ini harus terjaga,” ujarnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





