Inovasi lintas sektor ini melibatkan kolaborasi erat antara perangkat daerah, puskesmas, organisasi profesi, akademisi, masyarakat. Hingga dukungan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang turut di pantau secara transparan melalui platform digital Sayang Anak.
Agustina memaparkan, konsistensi dalam mengawal perencanaan berbasis data dan inovasi sosial akan terus menjadi fondasi utama kebijakan daerah demi menuntaskan berbagai tantangan pembangunan ke depan.
“Melalui penguatan perencanaan yang terarah dan inovasi yang berdampak langsung. Kami berkomitmen memastikan setiap pencapaian pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kota Semarang,” pungkas Agustina. (*)





