Jateng

Semarang Sumuk Pol Lur! Servis AC Panggilan Kebanjiran Order, Sehari Bisa 7 Lokasi

×

Semarang Sumuk Pol Lur! Servis AC Panggilan Kebanjiran Order, Sehari Bisa 7 Lokasi

Sebarkan artikel ini
service ac semarang
Salah satu karyawan Room Cool Teknik AC di Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, suhu hari ini di Kota Semarang mencapai 35 derajat celcius.

Saking panasnya, Air Conditioner (AC) ruangan rasa-rasanya sudah tak mampu menghadirkan hawa dingin lagi. Konon, permintaan service atau perbaikan AC pun melonjak drastis.

“Satu bulan terakhir ini permintaan service AC lumayan meningkat drastis. Satu hari saya bisa mendatangi 6-7 tempat untuk perbaikan AC,” aku salah satu karyawan Room Cool Teknik, Ananto Dede Suwanda saat beritajateng.tv temui, Rabu, 30 Oktober 2024.

Anto sapaan akrabnya menjelaskan, AC tak terasa dingin bisa terjadi karena beberapa alasan. Selain cuaca yang semakin panas, kerusakan mesin juga sering menjadi biang kerok.

BACA JUGA: Semarang dan Pantura Masih Sumuk Sepekan Ini? Berikut Prediksi Cuaca BMKG, Sebagian Musim Hujan

Misalnya telat service, freon bocor, bahkan mesin kotor. Ia pun mengimbau, masyarakat perlu rutin melakukan pembersihan AC minimal dua bulan sekali demi menjaga kebersihan dan kesehatan mesin.

“Paling penting pembersihan. Misal pemakaian sampai over maksimal dua bulan sekali. Tapi semisal pemakaiannya hanya jam-jam malam setiap 3-4 bulan sekali,” ujar Anto.

Penjualan AC bekas juga meningkat, mulai Rp2 jutaan

Selain permintaan servis yang meningkat, penjualan AC bekas ternyata juga mengalami peningkatan. Untuk harga, AC bekas di toko Anto memang sangat terjangkau, yakni sebesar Rp2 jutaan saja. Sedangkan biaya servis AC dibanderol mulai dari Rp70 ribu saja.

Alhasil, tak sampai satu bulan, toko Anto berhasil menjual belasan AC bekas. Padahal biasanya, kata Anto, paling banyak AC bekas yang terjual tiap bulannya hanya sekitar 5 unit saja.

“Sekarang sampai stoknya habis. Jadi sistem penjualan kami itu ketika dapat barang, kami perbaiki lalu posting di sosial media terus langsung ada yang beli,” bebernya.

BACA JUGA: Pantas Hawanya Sumuk, Ternyata Semarang Masuk Daftar Kota Bersuhu Panas Anomali: No. 11 di Dunia!