Hukum & Kriminal

Sempat Dilepas PN Semarang, Kini Yudhian Admin Arisan Online Japo Divonis 2,5 Tahun Bui oleh MA

×

Sempat Dilepas PN Semarang, Kini Yudhian Admin Arisan Online Japo Divonis 2,5 Tahun Bui oleh MA

Sebarkan artikel ini
Karangan Bunga Korban Arisan | arisan online japo Yudhian
Sejumlah karangan bunga dari korban Arisan Online Jatuh Tempo (Japo) terpampang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa, 15 Agustus 2023. (Yovita/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah melalui proses hukum yang panjang, Yudhian Prasetya Mukti, admin arisan online Japo, akhirnya Mahkamah Agung nyatakan bersalah dalam persidangan tingkat Kasasi.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung No. 335 K/Pid/2024 tanggal 22 April 2024, Yudhian terbukti melakukan tindak pidana penipuan.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sunarwan, mengonfirmasi bahwa Yudhian telah melanggar pasal 378 KUHP dan beroleh hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan.

BACA JUGA: Kasus Arisan Online Japo, Pengadilan Lepaskan Terdakwa Yudhian Prasetya Mukti

“Ya, hukuman sudah dijatuhkan dan eksekusinya akan dilakukan oleh Kejari Semarang,” ujar Sunarwan beberapa waktu yang lalu.

Kejari Kota Semarang meringkus Yudhian di kediamannya di Jalan Ngesrep Barat VI Nomor 7, Kota Semarang, pada Rabu, 15 Mei 2024 lalu.

“Yudhian tidak melakukan perlawanan, namun hanya meminta penjelasan terkait eksekusi itu,” imbuhnya.

BACA JUGA: Sebut Tidak Pernah Membujuk Korban, Bandar Arisan Online Japo Semarang Minta Putusan Bebas

Menurut Kasi Intel Kejari Kota Semarang, Cakra Nur Budi Hartanto, Yudhian tidak melakukan perlawanan saat peringkusan, namun meminta penjelasan lebih lanjut terkait proses tersebut.

Setelah itu, Yudhian berpindah ke Lapas Perempuan Semarang untuk menjalani hukuman penjaranya.

Sebelumnya, Yudhian, admin arisan online Japo yang kasusnya viral pada tahun 2023, mendapat tuntutan Jaksa Kejari Semarang selama 3 tahun penjara karena jaksa anggap melanggar pasal 378 KUHP.

BACA JUGA: Ahli Hukum Sebut Kasus Penipuan Arisan Online Japo Mestinya Masuk Ranah Hukum Perdata, Ini Alasannya

Namun, Pengadilan Negeri (PN) Semarang atas pimpinan hakim Setyo Yoga Siswantoro memutuskan untuk membebaskannya. Sebab, sang hakim menganggap perbuatannya tidak masuk dalam ranah pidana.

Kejaksaan Negeri Kota Semarang pun tidak puas dengan putusan tersebut dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung kemudian memutuskan bahwa Yudhian bersalah dan harus menjalani hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp