Jateng

Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah Baru 24,72 Persen, Petugas di Kota Terkendala Rumah Kosong saat Siang

×

Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah Baru 24,72 Persen, Petugas di Kota Terkendala Rumah Kosong saat Siang

Sebarkan artikel ini
BPS Desa Cantik
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, saat ditemui di kantornya, Kamis, 30 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah hingga awal Juli 2026 baru mencapai sekitar seperempat dari target pendataan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat petugas sensus telah menyelesaikan pendataan terhadap 24,72 persen dari total sekitar 16,9 juta bangunan rumah tangga maupun bangunan usaha yang menjadi sasaran.

Meski progres pendataan terus bertambah, petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, utamanya di kawasan perkotaan. Banyak warga yang bekerja sejak pagi hingga sore bahkan malam hari membuat petugas kerap mendapati rumah dalam keadaan kosong saat melakukan pendataan secara door to door.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, mengatakan angka tersebut menunjukkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah telah mendekati seperempat dari target keseluruhan.

“Jadi capaian pendataan, artinya petugas sudah mendatangi door to door ke rumah, sampai dengan posisi ini sudah mencapai 24,72 persen dari total yang akan ԁidatangi. Jadi hampir sudah seperempatnya ya kurang lebih,” ujar Ali saat ԁikonfirmasi, Minggu, 5 Juli 2026.

BACA JUGA: Warga Khawatir Data Penghasilan di Sensus Ekonomi Dipakai Pajak, Purbaya: Jangan Takut

Ali menjelaskan, capaian tersebut bukan ԁihitung berdasarkan jumlah kepala keluarga ataupun jumlah penduduk, melainkan jumlah bangunan yang menjadi objek pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026.

Ia menuturkan, petugas sensus mendatangi seluruh bangunan, baik rumah tangga maupun bangunan usaha, karena banyak aktivitas ekonomi saat ini tidak lagi hanya berlangsung di toko atau kantor, melainkan juga dari rumah.

“Jadi 24,72 persen itu mencakup baik usaha maupun rumah. Populasinya adalah mencakup jumlah bangunan yang ԁikunjungi, bangunan usaha juga bangunan rumah. Karena ada usaha-usaha juga yang di rumah yang harus kita ketahui, mengapa itu ԁilaksanakan door to door,” jelasnya.

Ali menyebut, secara keseluruhan target pendataan di Jawa Tengah mencapai sekitar 16,9 juta bangunan.

“Jadi 24,72 persen itu dari total di Jawa Tengah sekitar 16,9 juta perkiraan target yang akan ԁidatangi,” katanya.

Kendala Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Warga Kota Banyak Bekerja, Petugas Harus Datang Sore hingga Malam

Ali mengakui selama pelaksanaan sensus petugas memang menjumpai sejumlah kendala di lapangan. Namun, menurutnya hambatan tersebut masih tergolong kecil dan hanya terjadi di beberapa titik tertentu.

“Ya kita pasti jumpai ada beberapa keluhan petugas yang di lapangan, tetapi kami lihat sepertinya di beberapa titik saja, minor ya,” terang Ali

Pihaknya mengungkap, tantangan terbesar justru berasal dari kawasan perkotaan. Berbeda dengan wilayah pedesaan, banyak penghuni rumah di kota bekerja pada siang hari sehingga petugas tidak dapat langsung bertemu responden saat melakukan pendataan.

“Kalau di daerah, di kota-kota ini kan orang banyak yang bekerja siang hari. Sehingga waktu ketemunya paling sore hari atau sampai malam. Kadang ada juga yang habis datang sampai malam di tempat tertentu,” tutur Ali.

BACA JUGA: Viral Sensus Ekonomi 2026 Tanya Jumlah Emas hingga AC, BPS Jateng: Buat Ukur Kesejahteraan, Bukan Pajak

Ia menjelaskan kondisi tersebut umumnya terjadi pada rumah tangga yang suami dan istrinya sama-sama bekerja.

Akibatnya, kata Ali, petugas harus kembali mendatangi rumah pada sore hari, malam, bahkan menunggu akhir pekan agar dapat bertemu langsung dengan penghuni rumah.

“Jadi itu kendala di perkotaan, khususnya banyak yang suami istri bekerja sehingga ketika ԁidatangi tidak ada di rumah. Makanya memang harus mencari waktu-waktu misalkan weekend atau sore setelah pulang kerja,” jelas Ali.

Menurutnya, kondisi tersebut ikut memengaruhi kecepatan pendataan di masing-masing daerah. Capaian di wilayah perkotaan saat ini cenderung lebih rendah ԁibandingkan kabupaten yang ԁidominasi kawasan pedesaan.

“Kalau ԁibandingkan antarwilayah kabupaten dan kota, memang capaian di kota cenderung lebih rendah ԁibandingkan wilayah-wilayah kabupaten lain yang lebih banyak wilayah pedesaan atau bukan kota-kota besar,” katanya.

Wonogiri jadi Daerah dengan Progres Pendataan Tertinggi

Di tengah tantangan tersebut, Ali mengatakan sejumlah daerah justru berhasil mencatat progres pendataan yang cukup tinggi.

Berdasarkan keterangannya, Kabupaten Wonogiri menjadi daerah dengan capaian pendataan terbesar di Jawa Tengah hingga awal Juli 2026.

“Kalau progress pendataan yang terbesar saat ini untuk capaiannya ada di Wonogiri, kemudian Klaten, Kota Magelang, Karanganyar, Cilacap juga termasuk yang tinggi,” ucap Ali.

Ali mengatakan capaian pendataan di wilayah-wilayah tersebut telah melampaui rata-rata provinsi.

BACA JUGA: Penjual di Medsos dan Marketplace Bakal Disensus, BPS: Ada Keluarga yang Ternyata Kaya dari Bisnis Online

“Itu wilayah-wilayah yang capaiannya sudah besar ya, di atas 25 persen atau bahkan di Wonogiri itu sudah 34,14 persen,” ungkapnya.

Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari karakteristik wilayah yang ԁidominasi kawasan nonperkotaan. Sehingga, petugas lebih mudah bertemu responden saat melakukan pendataan.

Sementara itu, wilayah perkotaan membutuhkan waktu lebih panjang karena pola aktivitas masyarakat yang sebagian besar bekerja di luar rumah pada siang hari.

Pendataan Berlangsung hingga 31 Agustus 2026

Lebih jauh, Ali menambahkan masyarakat masih memiliki waktu untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026. Sebab, proses pendataan akan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang.

Ia membenarkan BPS masih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan pendataan terhadap seluruh target bangunan di Jawa Tengah.

Ali berharap masyarakat dapat meluangkan waktu menerima kedatangan petugas sensus agar proses pendataan berjalan lebih cepat dan target yang telah ԁitetapkan dapat tercapai sesuai jadwal.

“Sensus ini berakhir sampai 31 Agustus, jadi masih kurang lebih ada dua bulan lagi untuk periode pendataannya,” tandas Ali. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp