Feature

Sentuhan Winika Desiana, Selamatkan Kucing Terlantar hingga Garap Kerajinan Bantal Anabul

×

Sentuhan Winika Desiana, Selamatkan Kucing Terlantar hingga Garap Kerajinan Bantal Anabul

Sebarkan artikel ini
Winika Desiana atau Dina, penyelamat kucing di Kota Semarang
Winika Desiana atau Dina, perempuan yang sejak 2017 memilih merawat kucing-kucing liar dan terlantar di Kota Semarang, menunjukkan kerajinan bantal bermotif kucing. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Merawat puluhan kucing sekaligus membuat Dina tidak hanya berhadapan dengan persoalan makanan dan tempat tinggal.

Kesehatan menjadi salah satu tantangan terbesar. Salah satu penyakit yang paling dia khawatirkann yakni panleukopenia atau panleuko. Ppenyakit yang dapat menyerang kucing dan berakibat fatal.

Dina mengaku pernah mengalami kondisi ketika penyakit tersebut menyerang kucing-kucing rescue secara beruntun.

Ketika wabah muncul, sejumlah kucing yang dirawatnya tidak berhasil diselamatkan. Setelah jumlah kucing berkurang, kucing-kucing terlantar baru kembali berdatangan.

BACA JUGA:  Bersua dengan Star Denver si Anjing Alaskan Malamute Giant, Selebdog asal Kota Semarang

Dalam setahun, Dina memperkirakan bisa menangani sekitar 40 ekor kucing dalam kondisi yang terus berubah.

“Setahun saya bisa antara 40 ekoran. Kalau sudah ada virus, bisa sampai habis 20. Nanti datang lagi, nambah lagi,” katanya.

Keterbatasan biaya menjadi salah satu alasan Dina belum mampu memberikan vaksinasi kepada seluruh kucing yang dia rawat.

Padahal menurutnya, vaksinasi penting untuk membantu meningkatkan perlindungan tubuh kucing terhadap penyakit.

“Vaksin itu penting banget. Daya tahan tubuh kucing ketika sudah dewasa kalau sudah divaksin bisa tahan dari badai panleuko,” bilang Dina.

Rescue Tak Cukup, Populasi Perlu Dikendalikan

Bertahun-tahun menangani kucing terlantar, membuat Dina melihat persoalan tersebut bukan hanya dari sisi penyelamatan.

Menurutnya, semakin banyaknya anak kucing yang dibuang juga berkaitan dengan tingginya populasi kucing yang tidak terkendali.

Dia menilai sterilisasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kucing terus berkembang biak tanpa pengawasan.

BACA JUGA: Cerita Pemilik Anabul, Kucing Gemas dengan Ikatan Emosional Seperti Anak Sendiri

Tidak hanya kucing jalanan, Dina menyebut kucing peliharaan juga perlu mendapatkan perhatian terkait sterilisasi. Sebab, pemilik yang tidak mampu menanggung biaya sterilisasi dapat menghadapi situasi ketika kucingnya terus melahirkan.

Anak-anak kucing yang kemudian tidak mampu dia rawat berisiko berakhir di jalanan dan menjadi bagian dari persoalan rescue.