Jateng

Sepak Terjang Karni, Mantan Atlet Dayung Kancah Internasional yang Kini Jadi Tenaga PPPK di Blora

×

Sepak Terjang Karni, Mantan Atlet Dayung Kancah Internasional yang Kini Jadi Tenaga PPPK di Blora

Sebarkan artikel ini
PPPK Blora
Karni, mantan atlet dayung dari Desa Tempuran, Blora. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Kisah heroik datang dari Karni (57), seorang mantan atlet dayung yang kini menyandang status sebagai karyawan PPPK di Pemerintah Kabupaten Blora.

Perempuan asal Desa Tempuran ini menjalani perjalanan panjang dan berliku untuk mencapai impian menjadi abdi negara.

Ditemui di sela-sela kesibukannya di lingkungan Dinporabudpar Blora, Karni mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya diangkat sebagai tenaga PPPK.

“Saya sangat bersyukur, ini sudah Tuhan atur bahwa saya terangkat menjadi pegawai di usia 57 tahun lebih,” ujarnya, Kamis, 1 Mei 2025.

Karni, yang telah dikaruniai satu cucu, mengawali kariernya di dunia olahraga sejak 1988 dan berhasil mengharumkan nama Blora di kancah internasional.

BACA JUGA: Musim Haji Bawa Berkah Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji di Blora

Perjuangannya tidak berhenti meski pernah mengalami kegagalan dalam pengangkatan PNS.

“Saya mengikuti kursus dan berhasil mendapatkan ijazah SD, namun saat mengikuti tes PNS di tahun 2010, saya gagal,” kenangnya.

Setelah 27 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer, Karni akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk diangkat menjadi PPPK.

“Rezeki sudah ada yang mengatur. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik sebagai tenaga kebersihan di Pemkab,” tambahnya.

Bupati Blora, Arief Rohman, melantik Karni dan sekitar 1.047 pegawai PPPK lainnya pada 29 April 2025. Karni pun mengucapkan terima kasih kepada Bupati atas dukungannya.

BACA JUGA: Rayakan Hari Buruh, APINDO Blora Senam Bareng-Bakti Sosial

“Terima kasih, Pak Arief, atas semuanya, saya sangat bersyukur bisa terangkat menjadi tenaga PPPK,” ungkapnya.

Sebagai tenaga kebersihan, Karni menyatakan bahwa ia menikmati pekerjaannya meski hanya tersisa satu tahun sebelum pensiun.

“Selama saya membersihkan lingkungan Tirtonadi, saya enjoy saja. Bisa bergaul dengan banyak orang dan mendapat banyak pengetahuan,” pungkasnya.

Kisah Karni menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan keyakinan, tidak ada yang tidak mungkin.

Ia kini menjadi contoh nyata dari semangat juang yang tak kenal lelah dalam mencapai impian. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi