SEMARANG, beritajateng.tv – Serabi Kuah, salah satu kuliner khas Ngampin Ambarawa selalu menjadi jujugan wisatawan tatkala Libur Lebaran.
Seperti pada Rabu, 2 April 2025 atau H+3 Lebaran, para pedagang serabi Ngampin yang berada di sisi kanan dan kiri jalan itu dipenuhi masyarakat dari berbagai penjuru wilayah.
Ada yang sekedar lewat kemudian singgah untuk mencicipi kuliner manis dan gurihnya serabi.
Bahkan, ada yang sengaja datang untuk merasakan kuliner khas tersebut.
Berada di Jalan Jalan Mgr Sugiyapranata Kelurahan Panjang, Ambarawa, Kabupaten Semarang tampak banyak wisatawan memarkirkan kendaraan.
BACA JUGA: Masih Suasana Lebaran, Begini Tatakrama saat Berkunjung ke Pemakaman
Salah satunya, Harningsih warga Ngaliyan, Kota Semarang mengaku sengaja mampir untuk menyantap serabi kuah.
“Tadi dari Ambarawa ada kumpulan keluarga, terus senagaja mampir untuk mencoba Serabi Kuah Ngampin. Rasanya enak, manis gurih ada santannya,” kata Harningsih.
Tak hanya menyantap tiga mangkuk serabi kuah, dirinya bahkan membawa pulang 15 bungkus serabi terserbut untuk oleh-oleh keluarga di rumah.
“Ini habis tiga mangkuk, yang 15 porsi di bungkus untuk oleh-oleh,” Imbuhnya.
Sementara itu, penjual Serabi Kuah Ngampin, Suparmi mengaku usahanya laris manis saat libur Lebaran seperti saat ini.
“Sudah lama jualan disini, ada kelompoknya juga namanya kelompok Serabi Mekar Lestari,” ujar Suparmi.
Ia menyebut, saat Libur Lebaran jualannya selalu laris bahkan ia bisa pulang lebih cepat lantaran telah habis sebelum jam 6 sore.
“Kalau hari bisa sepi, tapi kalau libur Lebaran ramai. Biasanya jualan jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Tapi kalau saat Lebaran, malah sebelum jam 6 sudah habis,” kata dia.
Di sentra serabi kuah Ngampin memang berderet kios-kios pedagang yang menjajakan dagangannya serabi kuah Ngampin.
Tempat jualan berbentuk sekat-sekat kecil itu disediakan kursi meja untuk pembeli yang makan di tempat.
BACA JUGA: Suasana Haru Warnai Lapas Perempuan Semarang, Narapidana Rayakan Lebaran Bersama Keluarga
Proses memasak serabi Ngampin juga menggunakan alat khusus. Alat tersebut di antaranya wajan dari tanah liat dan tungku yang biasa orang sebut anglo.
Selain itu, dalam pengapian juga masih menggunakan kayu bakar, sehingga cita rasa dari serabi tersebut manjadi khas.
Tidak hanya rasa original, serabi tersebut juga memiliki beberapa varian rasa seperti pandan, gula merah, dan beberapa varian lainnya.
Selain itu, serabi ini juga menggunakan santan dengan campuran gula merah yang nantinya menjadi kuah. (*)
Editor: Farah Nazila





