SEMARANG, beritajateng.tv – Momentum hari raya Idul Fitri selain bersilaturahmi mampir untuk berziarah ke pemakaman juga sudah menjadi tradisi di Indonesia.
Hal tersebut merupakan salah satu bentuk bukti bahwasanya masih ingat pada keluarga yang sudah tiada meski sedang merayakan hari kemenangan yakni hari raya Idul Fitri.
Namun, sebelum berziarah ke makam ada beberapa tatakrama yang harus kita ketahui loh. Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan informasi lengkapnya.
Tatakrama Berkunjung ke Pemakaman
Saat peziarah sampai di makam, disarankan untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur terlebih dahulu.
Rasulullah Saw memberikan teladan dengan mengucapkan salam ketika berada di makam para syuhada di Uhud.
Salam ini sebagai bentuk penghormatan dan diyakini dapat didengar oleh jiwa-jiwa yang ada di dalam kubur.
Berikut contoh bacaan salam ketika sesampainya di pemakaman, Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin wa atakum ma tu adun ghadan mu ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.
Usai mengucap salam, berikutnya yakni membaca istighfar sebagai bentuk permohonan. Contoh bacaannya seperti, Astagfirullah hal adzim alladzi la illaha illa huwal hayul qoyyumu wa atubu ilaihi.
Setelah itu lanjut membaca surat pendek seperti surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan yang terakhir yakni An-Nas.
Lepas dari membaca surat pendek yakni membaca surat yasin. Bacaan yang satu ini merupakan salah satu amalan utama para peziarah ketika berkunjung ke pemakaman.
Terakhir, usai membaca surat yasin maka lanjut membaca doa kubur. Setelah membacanya, peziarah bisa menutupnya dengan menyiramkan air kembang atau bunga di atas kuburan.
Perlu kita ketahui, beberapa hal yang penting untuk kita perhatikan ketika berziarah yakni larangan duduk di atas kuburan.
Ibarat mengunjungi orang yang masih hidup, tentunya kurang elok apabila duduk di tempat duduk tuan rumahnya.
Berikut ini contoh bacaan doa kubur latin lengkap dengan artinya,
BACA JUGA: Ngabuburit Asyik Belajar Main Angklung di Taman Indonesia Kaya, Ajak Generasi Muda Cinta Budaya
Do’a Pergi ke Pemakaman
Allahummagfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi madholahu, waghsilhu bii maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aldzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikan dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik, istri yang lebih baik, dan masukkanlah dia ke dalam surga. Lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkan kuburnya dan terangi dia di dalamnya.” (HR Muslim). (*)





