Olahraga

Sering Tak Ikut Pemanasan, Ternyata Ini Ritual Unik Pelatih PSIS Gilbert Agius Sebelum Pertandingan

×

Sering Tak Ikut Pemanasan, Ternyata Ini Ritual Unik Pelatih PSIS Gilbert Agius Sebelum Pertandingan

Sebarkan artikel ini
PSIS Arema | PSIS Agius Semarang | PSIS September | Pemain Muda PSIS | Coach Gilbert | Pelatih Gilbert | Persita PSIS | Uji Coba PSIS | Agius PSIS
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, pada laga PSIS kontra Persita, Kamis, 9 November 2023. (Foto: Instagram/@psisfcofficial)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ritual sebelum pertandingan sepakbola tampaknya menjadi kebiasaan umum bagi para pemain. Mereka memiliki ritual khusus yang diyakini membawa keberuntungan pada mereka saat berlaga.

Variasi ritual yang mereka lakukan pun beragam. Mulai dari berdoa khidmat di pinggir lapangan, menyentuh rumput saat memasuki lapangan, hingga menyiram gawang dengan air untuk mencegah kebobolan.

BACA JUGA: Pemain Asing PSIS Semarang Jadi Incaran Tim Lain, Begini Tanggapan Yoyok Sukawi

Salah satu ritual yang menjadi sorotan ialah yang dilakukan oleh dua pemain Timnas Prancis, Laurent Blanc dan kiper Fabuan Barthez. Sebelum pertandingan, Blanc selalu mencium kepala Barthez, sebuah tindakan yang selalu mereka lakukan.

Ternyata, ritual sebelum pertandingan juga menjadi bagian dari kebiasaan pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius. Pelatih asal Malta ini memilih untuk berada sendirian di ruang ganti sambil menutup mata sejenak.

BACA JUGA: Akui Over Budget, Yoyok Sukawi Ungkap Alasan Sering Telat Bayar Gaji Pemain PSIS Semarang

“Saya melakukan rutinitas tersebut sebelum bertanding. Itulah sebabnya saya jarang ikut dalam pemanasan,” tutur Agius dalam keterangannya, Kamis, 28 Desember 2023.

Agius menjelaskan bahwa ritual yang ia jalani ialah “silent time” atau waktu hening. Dengan menutup mata sejenak, ia memvisualisasikan bagaimana jalannya pertandingan dan strategi yang ingin ia terapkan.

BACA JUGA: Mengenang Ribut Waidi, Legenda PSIS Semarang yang Sosoknya Ada Patungnya

“Namun, semua itu bukanlah sekadar visualisasi semata. Saya juga melibatkan analisis, karena persaingan dalam Liga 1 selalu berat,” imbuhnya.

Tak dapat kita pungkiri, ritual semacam ini masih terus ada dalam sepakbola modern. Bahkan, para pesepakbola dunia juga melakukan hal serupa dengan cara-cara yang berbeda sesuai kepercayaan masing-masing. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp