Jateng

Serius Tangani Korban Kekerasan, DP3AP2KB Jateng Resmikan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak

×

Serius Tangani Korban Kekerasan, DP3AP2KB Jateng Resmikan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Sekda Sumarno UPTD PPA DP3AP2KB
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, saat meresmikan UPTD PPA DP3AP2KB, Kota Semarang, Kamis, 19 Desember 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), meresmikan gedung kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Kamis, 19 Desember 2024.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut peresmian itu sebagai tindak lanjut dari regulasi yang menyatakan bahwa seluruh pemerintah daerah harus membentuk UPTD PPA.

“Sebenarnya ketentuannya sudah lama sih, kita hanya meresmikan untuk sarana dan prasarana saja. Ini jadi salah satu sarana yang sangat di perlukan. Karena untuk perlindungan perempuan dan anak, utamanya lebih ke perempuan, butuh seperti privasi. Karena korban kekerasan terhadap perempuan dan anak ini sangat sulit kita mengidentifikasi,” ujar Sumarno.

Menurutnya, kehadiran UPTD PPA ini sangat penting bagi perempuan dan anak. Bukan tanpa alasan, pihaknya mengaku perempuan dan anak korban kekerasan masih merasa tabu untuk melapor ke pihak berwenang.

BACA JUGA: Lewat UPTD PPA, DP3A Kota Semarang Ajak Masyarakat Berani Laporkan Kasus Kekerasan

Oleh sebab itu, hadirnya sarana dan prasarana yang menjaga privasi korban dalam UPTD PPA ini, kata Sumarno, mampu membantu perempuan maupun anak korban kekerasan.

“Karena problemnya adalah bagi mereka ini merasa malu, sesuatu yang tabu, dan rasa takut. Kekerasan terhadap perempuan itu dilakukan orang terdekat. Sehingga kalau mereka berani melapor, kita menanganinya harus hati-hati, jadi butuh sarpras yang buat mereka nyaman secara privasi,” ucap Sumarno.

Ia berharap, hadirnya UPTD PPA ini mampu menangani perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan di Jawa Tengah.

Kendati begitu, Sumarno berharap kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah baiknya dapat di cegah.

“Yang jadi catatan adalah kita mengedepankan pencegahan, bagaimana agar kekerasan pada perempuan dan anak ini tidak terjadi. Justru itu yang harus lebih banyak dilakukan, tapi kalau itu sudah terjadi, kita butuh support dari banyak pihak, termasuk masyarakat juga. Dari sisi korban ada psikologi yang berat, dari sisi rasa malu, takut, itu yang butuh support dari semua pihak,” pungkas Sumarno.

Kepala DP3AP2KB tegaskan layanan UPTD PPA terbuka untuk seluruh warga Jawa Tengah

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, Retno Sudewi, menyebut seluruh warga Jawa Tengah dapat mengakses layanan UPTD PPA.

Tak hanya UPTD PPA, Dewi menyebut DP3AP2KB juga memiliki layanan hotline SAPA 129. Adapun hotline ini bisa perempuan maupun anak korban kekerasan hubungi.

“Jadi layanan ini kita mulai dari aduan dulu, kemudian ada beberapa layanan seperti konsultasi, pendampingan, kan kita juga pendampingan dengan bantuan hukum serta reintegrasi sosial. Kita juga ada kerja sama dengan beberapa OPD seperti rumah sakit, jika butuh tindakan medis kita rujuk ke 7 RS provinsi di Jateng,” jelas Dewi.

BACA JUGA: Semarang Agro Expo 2024, Ada Pameran Pertanian dan Edukasi Smart Farming

Dewi menyebut, psikolog hingga psikolog klinis siap mendampingi korban kekerasan perempuan dan anak yang melapor ke UPTD PPA Jawa Tengah.

“Semua masyarakat bisa mengakses, tadi kan ada lewat layanan SAPA 129, bisa langsung ke sini atau hotlinenya yang ada di UPTD PPA ini. Jadi di sini teruka, kalau misalnya lewat online kurang jelas, bisa dibantu. Karena di sini petugas layanan juga banyak psikolognya, bahkan ada psikolog klinisnya,” pungkas Dewi. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp